Jalur Siluman di Pelabuhan Tondasi Mubar, Diduga Libatkan Petugas Nakal
Muna Barat – Pelabuhan Tondasi yang berlokasi di Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) dipadati kendaraan dan masyarakat yang akan melakukan arus balik ke Kota Kendari, Minggu (6/4/2025).
Demi lancarnya akses penyeberangan kendaraan, tiket yang diberikan menerapkan sistem nomor urut. Artinya, setiap kendaraan akan memasuki Kapal Ferry KMP Pulau Rubiah sesuai nomor urut terkecil hingga terbesar.
Saat masyarakat menunggu nomor antrean, mereka satu per satu melajukan kendaraan dengan rapi. Iring-iringan roda empat diikuti roda dua lainnya dengan tertib memasuki kawasan dermaga.
Hanya saja, suasana berubah dan tiba-tiba memanas ketika beberapa kendaraan yang telah memiliki nomor antrean terlambat diberangkatkan. Padahal, mereka memiliki nomor antrean terkecil, namun yang diberangkatkan adalah nomor antrean terbesar.
Sala satunya bernama Edi. Ia memiliki nomor antrean 58. Tetapi motor yang telah memasuki kapal penyeberangan sudah sampai di nomor 60. Edi pun mempertanyakan kepada pihak pelabuhan.
“Saya dapat nomor 58 dan masih sabar menunggu. Tetapi herannya, ada beberapa motor yang tidak jelas nomornya langsung diarahkan naik,” kesalnya, Senin (7/4).
Saat bertanya kepada petugas, Edi sempat cekcok sebab tidak mendapatkan jawaban jelas. Edi pun bersikeras ingin kendaraannya lewat sesuai nomor antrean yang telah ia kantongi.
“Saya sampai harus ribut dulu baru bisa naik. Kalau saya diam saja, mungkin sampai sekarang tidak jadi berangkat dan menunggu penyeberangan besok,” ujarnya.
Berbeda dengan warga bernama Riswan. Ia memegang nomor antrean 63 tetapi kendaraannya tak kunjung diberangkatkan, bahkan kandas di pelabuhan hingga beberapa jam. Di saat yang sama, ia melihat kendaraan lain yang tidak mengikuti antrean melintas di jalur samping di bawah pengawalan sejumlah oknum nakal yang diduga petugas pelabuhan di sana.
“Saya lihat sendiri ada motor lain yang masuk lewat jalur samping, jalur siluman, dan langsung naik kapal. Ini kan aneh,” tuturnya.
Demi lancarnya akses di Pelabuhan Tondasi rute Pelabuhan Torobolu, warga berharap pihak atau oknum petugas pelabuhan tidak main nakal agar citra pelabuhan yang baru beroperasi itu tidak rusak.
