Jelang Mudik Lebaran 2026, Pemprov Sultra Benahi Sejumlah Ruas Jalan dan Jembatan Antarkabupaten
Kendari – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai melakukan pembenahan di sejumlah ruas jalan provinsi yang diperkirakan akan dilalui banyak pemudik. Perbaikan dilakukan pada beberapa titik yang berpotensi menghambat kelancaran lalu lintas, baik melalui penanganan sementara maupun pekerjaan konstruksi.
Langkah tersebut dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra untuk memastikan perjalanan masyarakat saat mudik tetap aman dan lancar, khususnya pada jalur penghubung antarkabupaten yang menjadi kewenangan pemprov.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra, Pantja Widhia J. Tolla, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna mengantisipasi lonjakan arus kendaraan selama periode mudik.
“Masing-masing instansi memiliki peran. Khusus Bina Marga terkait ketersediaan peralatan serta upaya membenahi ruas dan titik yang bisa mengganggu kelancaran pemudik,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan sejumlah ruas jalan yang menjadi prioritas penanganan berada di jalur lintas kabupaten yang diperkirakan ramai dilalui kendaraan saat mudik. Pemeliharaan ringan dilakukan di beberapa titik strategis agar kondisi jalan tetap layak dilalui.
Beberapa ruas yang menjadi fokus perbaikan antara lain jalur batas Kendari – Punggaluku (Konawe Selatan), perbatasan Wawotobi (Konawe) – Konawe Utara, ruas perbatasan Konawe Utara – Belalo, serta rusa jalan Maligano – Ronta (Buton Utara)
Selain perbaikan jalan, pembenahan juga dilakukan pada infrastruktur jembatan di beberapa wilayah. Di Kabupaten Buton Utara misalnya, dua jembatan yang sebelumnya rusak kini telah selesai diperbaiki sehingga sudah dapat dilintasi masyarakat.
Perbaikan konstruksi lainnya juga dilakukan pada jalur penghubung antara Sungai Roraya dan Polipolia di Kabupaten Kolaka Timur.
“Memang sifat pembenahannya hanya sementara demi keamanan pengendara. Ada yang berupa perkerasan jalan, pembangunan jembatan darurat, dan ada juga perbaikan konstruksi papan jembatan,” jelas Pantja.
Antisipasi potensi gangguan akibat bencana alam pada rute utama mudik, terutama di jalur yang rawan longsor tidak luput jadi perhatian. Untuk mengatasi kondisi darurat, sejumlah alat berat telah disiagakan di titik-titik strategis.
“Identifikasi peralatan sudah dilakukan jika terjadi longsor yang mengganggu lalu lintas, sehingga bisa segera diatasi karena peralatannya sudah standby,” katanya.
Jika terjadi kerusakan jalan atau longsoran selama periode mudik, pihaknya akan melakukan penanganan cepat agar jalur tetap dapat digunakan kendaraan.
“Nanti setelah Lebaran baru dilakukan perbaikan permanen,” tambahnya.
Secara umum, Pantja memastikan jalur mudik di Sultra sudah dalam kondisi siap digunakan. Beberapa jalur dengan tingkat kerawanan tinggi juga telah mendapat perhatian khusus dari pemprov.
“Seluruh jalur mudik sudah siap. Jalan dengan risiko tinggi juga sudah kami antisipasi. Jalur dari Bandara sampai Ambesea, termasuk lintas kabupaten Kendari – Bombana menuju pelabuhan penyeberangan, sudah aman dilalui pemudik,” pungkasnya.
