Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Wakatobi

Kabut Asap Selimuti Wakatobi, BMKG Prediksi Berulang hingga 3 Hari ke Depan

0
0
Kondisi kabut asap yang terlihat dari kawasan Marina Togo Mowondu, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, pada pukul 16.00 Wita. Foto: Zulkifli HT. (9/10/2026).

Wakatobi – Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi salah satu wilayah yang terdampak kabut asap. Kondisi tersebut mulai terjadi sejak 7 hingga 9 Oktober 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, mengatakan berdasarkan pantauan citra satelit Himawari 9, kabut asap yang menyebar ke Kabupaten Wakatobi berasal dari timur Sultra, yakni Papua Selatan dan Maluku.

“Berdasarkan pantauan citra satelit Himawari 9, terpantau sebaran asap yang terjadi di Wakatobi berasal dari timur Sulawesi Tenggara; Papua Selatan dan Maluku,” ujarnya kepada Kendariinfo, Jumat (9/10).

Faizal menjelaskan pola sebaran kabut tersebut berangsur membaik pada siang dan sore hari, sementara pada dini hari hingga pagi, jarak pandang berkisar kurang dari 5 kilometer. Kondisi ini diperkirakan akan terjadi berulang hingga tiga hari ke depan.

“Di mana jarak pandangnya kurang dari 5 kilometer pada dini hari dan pagi hari, berangsur membaik pada siang dan sore hari. Pola ini diperkirakan akan berulang untuk dua hingga tiga hari ke depan,” jelasnya.

Selain Kabupaten Wakatobi, BMKG Sultra memperkirakan sejumlah kabupaten dan kota di Sultra yang juga berpotensi berkabut asap dengan kategori sedang pada 10 – 12 Oktober mendatang, antara lain Kendari, Baubau, Konawe Kepulauan (Konkep), Konawe, Konawe Selatan (Konsel), Konawe Utara (Konut), Bombana, serta Kolaka.

Kabupaten lain yang ikut terdampak termasuk Kolaka Timur (Koltim), Kolaka Utara (Kolut), Muna, Muna Barat (Mubar), Buton, Buton Utara (Butur), Buton Selatan (Busel), dan Buton Tengah (Buteng).

Atas kondisi tersebut, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, perbanyak minum air putih, serta menutup jendela saat asap terasa pekat. Kelompok rentan, anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan.

Sementara itu, bagi pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan, diminta waspada terhadap penurunan jarak pandang.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: