Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Kades dan Warga di Muna Saling Lapor Penganiayaan, Polisi: Sudah Prarekonstruksi

0
0
Polisi telah melakukan rekonstruksi perkara saling lapor antara Kepala Desa (Kades) Kasaka, La Sanudi, dengan warganya bernama La Ode Tele. Foto: Istimewa. (29/9/2025).

Muna – Polisi telah melakukan prarekonstruksi perkara saling lapor antara Kepala Desa (Kades) Kasaka, La Sanudi, dengan warganya bernama La Ode Tele. Laporan itu berkaitan dengan dugaan penganiayaan di Desa Kasaka, Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Sabtu, 20 September 2025.

Kasi Humas Polres Muna, Iptu Muhammad Jufri, mengatakan prarekonstruksi telah dilakukan dengan masing-masing pihak hadir bersama saksi. Rekonstruksi dilakukan dengan memperagakan peran secara bergantian: Tele menjadi korban dan Sanudi sebagai terlapor. Begitu pula sebaliknya.

“Prarekonstruksi dilaksanakan dengan masing-masing saksi kedua belah pihak. Prarekonstruksi memperagakan La Ode Tele menjadi korban dan La Sanudi sebagai pelapor. Begitu pun sebaliknya,” kata Jufri kepada Kendariinfo, Kamis (2/10).

Ia mengungkapkan hasil prarekonstruksi masih dalam pedalaman. Penyidik akan menilai peran masing-masih terlapor serta kualitas saksi kedua pihak yang ditampilkan ketika prarekonstruksi. 

“Hasil rekonstruksi masih didalami penyidik sehubungan dengan peran masing-masing terlapor serta kualitas dari saksi yang disajikan saat prarekonstruksi,” ungkapnya.

Sanusi menjelaskan dugaan penganiayaan bermula dari upaya mediasi persoalan ternak sapi milik warga bernama La Musana yang ditemukan Tele di belakang rumahnya. Saat itu, Sanusi mengaku turun langsung untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Sanusi pun membantah telah melakukan penganiayaan kepada Tele.

“Perlu saya luruskan, saya sama sekali tidak melakukan pengeroyokan atau penganiayaan. Saya hadir untuk memediasi dan menenangkan suasana agar masalah tidak makin meluas,” jelas Sanusi, Minggu (28/9).

Situasi awalnya kondusif, tetapi berubah ricuh setelah Tele membawa senjata tajam sambil berteriak. Dalam upaya menenangkan, Sanusi mengaku menjadi korban serangan. Sanusi bahkan sempat dipukul istri Tele menggunakan sandal. Atas insiden tersebut, Sanudi menyebut dirinya mengalami tindakan tidak menyenangkan. Ia bahkan telah melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke polisi.

“Saya berusaha menghindar dan akibat gerakan spontan itu La Ode Tele sendiri yang terjatuh,” ujarnya.

Sementara itu, Tele juga melaporkan Sanusi atas dugaan penganiayaan ke Polsek Kabawo. Dia mengaku dicekik hingga dipukul saat proses mediasi terkait sapi warga yang hilang. Ia juga membantah membawa parang saat penganiayaan terjadi.

“Saya dicekik, dipukul, hingga jidat saya bocor, lalu diinjak leher saat terjatuh. Tidak ada parang. Kalaupun ada, saya pasti membela diri. Faktanya saya yang berdarah-darah. Hampir kehabisan napas,” ungkap Tele, Minggu (28/9).

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: