Kadis Kominfo Sultra: Tak Ada Kaitan Jalan Rusak dan Pejabat Bagi-Bagi Uang di Butur
Buton Utara – Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ridwan Badallah menegaskan tak ada kaitan antara perbaikan jalan rusak dan bagi-bagi uang yang dilakukan para pejabat Sulawesi Tenggara (Sultra) pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Buton Utara (Butur) beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan, bagi-bagi uang yang dilakukan Gubernur Ali Mazi, Ketua DPRD Abdurrahman Saleh, serta Bupati Butur Ridwan Zakaria tak cukup Rp4 juta dan hanya sebatas tradisi. Sementara jalan rusak di Butur telah melalui proses tender untuk dilakukan perbaikan.
“Tidak masuk akal antara jalan yang diperbaiki dengan itu. Uang yang dibagi tidak sampai Rp4 juta. Jalan di Butur itu sudah proses tender,” kata Ridwan kepada Kendariinfo, Senin (4/7/2022) pekan lalu.
Tradisi yang dimaksud Ridwan adalah pikoelawilu pada pesta adat masyarakat Buton. Dalam tradisi itu, ada yang disebut picundupia, ganda-ganda, dan lelo uang atau menghamburkan uang.
“Jadi kalau mau dikaitkan dengan jalan saya rasa lucu, uang kecil begitu. Kalau ratusan juta itu hambur uang,” tegasnya.
Di sisi lain, kasus jalan rusak di Butur kembali mencuat setelah beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah ibu-ibu menarik bus yang terjebak di jalan rusak dan berlumpur. Dari video itu, aksi ibu-ibu menarik bus diduga terjadi di jalan rusak yang menghubungkan Ronta – Maligano.
Pada video yang diterima Kendariinfo, ada sekitar sembilan perempuan dan beberapa orang pria memegang tali yang dikaitkan di badan bus. Sebelum menarik bus, seorang ibu menyinggung pemerintah daerah yang tak kunjung memperbaiki jalan rusak di Butur.
Dia menyebut, jalan rusak merupakan salah satu indikator kepemimpinan yang tidak berhasil. Di akhir video, para ibu yang dibantu sejumlah pria menarik bus keluar dari jebakan lumpur.
“Apa yang terjadi dengan Buton Utara? Artis kita bisa bawa, jalanan kita becek-becek. Sampai ibu-ibu, kaum perempuan turun tarik mobil. Ini salah satu poin penting, kepemimpinan yang tidak berhasil,” kata seorang ibu dalam video itu.
