Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

Kadisparekraf Sultra Buka Workshop Seni Pertunjukan Budaya di Kendari

Kadisparekraf Sultra Buka Workshop Seni Pertunjukan Budaya di Kendari
Kadisparekraf Sultra, La Ode Saifuddin (tengah) pada pembukaan workshop "Pengembangan Ekonomi Kreatif Subsektor Seni Pertunjukan Dalam Rangka Promosi Wisata Budaya" di Kota Kendari. Foto: Yusrin Ramadhan/Kendariinfo. (6/12/2021).

Kendari – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Saifuddin secara resmi membuka workshop “Pengembangan Ekonomi Kreatif Subsektor Seni Pertunjukan Dalam Rangka Promosi Wisata Budaya” di Kota Kendari, Senin (6/12/2021).

Workshop subsektor seni pertunjukan itu diikuti 40 pegiat seni di Kota Kendari yang berlangsung selama dua hari, mulai 6 – 7 Desember 2021.

Saifuddin menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, subsektor seni pertunjukan sangat penting untuk percepatan pembangunan ekonomi kreatif daerah.

Peserta workshop "Pengembangan Ekonomi Kreatif Subsektor Seni Pertunjukan Dalam Rangka Promosi Wisata Budaya" di Kota Kendari.
Peserta workshop “Pengembangan Ekonomi Kreatif Subsektor Seni Pertunjukan Dalam Rangka Promosi Wisata Budaya” di Kota Kendari. Foto: Yusrin Ramadhan/Kendariinfo. (6/12/2021).

“Dengan melihat pentingnya posisi seni pertunjukan dalam pengembangan wisata, maka sebagai lembaga pemerintah, Dinas Pariwisata akan mendukung perkembangan sektor seni pertunjukan,” katanya.

Selain itu, pihaknya telah menyusun kebijakan promosi pariwisata selama lima tahun yang diturunkan dari dokumen RPJMD Provinsi Sultra 2018 – 2023, serta memperhatikan rencana strategis Dinas Pariwisata.

“Seni pertunjukan merupakan kontes utama dalam rangka menghadirkan atraksi yang menjadi salah satu tujuan orang berwisata. Selain itu, wisatawan dapat melihat kekayaan alam yang dimiliki oleh daerah tujuan destinasi,” ujarnya.

Saifuddin juga akan mendorong regulasi pembangunan tempat pertunjukan dan pembentukan Performing Arts yang diharapkan mampu memetakan platform, serta menjaga standar seni pertunjukan dan festival.

“Kami berencana akan memfungsikan secara masif, memanfaatkan sanggar atau taman budaya yang ada di Sultra untuk mengembangkan segala bentuk ide-ide kreatif masyarakat. Mulai dari seni fotografi, tari, hingga pertunjukan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pertengahan Ramadan 1446 Hijriah, Pemprov Sultra: Situasi Harga Kebutuhan Pokok Masih Aman
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten