Kakek 101 Tahun Nyaris Terjebak Kobaran Api saat Rumah di Puriala Konawe Terbakar
Konawe – Sebuah rumah di Desa Ahuawali, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), rata dengan tanah usai dilalap api, Selasa (10/2/2026) sekira pukul 08.30 Wita. Dalam peristiwa itu, seorang kakek berusia 101 tahun bernama Mat Kholil nyaris terjebak di dalam rumah sebelum akhirnya berhasil diselamatkan warga.
Rumah tersebut milik warga bernama Hadi Suseno (72), seorang petani. Saat kejadian, Ia sedang bekerja sebagai buruh bangunan, sementara istrinya, Tri Satria, sedang menjenguk tetangga yang sakit.
Kasi Humas Polres Konawe, Iptu Andi Abd Gafur menjelaskan saat kebakaran terjadi, di dalam rumah hanya terdapat Mat Kholil, yang merupakan mertua korban.
“Pada saat kejadian, di rumah hanya ada mertua korban, Mat Kholil yang berusia 101 tahun. Pemilik rumah sedang bekerja, sementara istrinya sedang menjenguk tetangga yang sakit,” jelas Gafur melalui keterangan resminya.
Ia mengatakan Mat Kholil yang memiliki keterbatasan penglihatan baru saja selesai berwudhu dan hendak melaksanakan salat duha. Saat kebakaran terjadi, ia berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Teriakan tersebut didengar oleh tetangganya, Sriani (34). Saat mendatangi rumah tersebut, saksi melihat api sudah muncul dari area dapur. Ia lalu memanggil suaminya, Nur, untuk menyelamatkan Mat Kholil.
“Karena rumah tersebut terbuat dari dinding papan kayu, api dengan cepat menjalar dan membakar hampir seluruh bagian rumah. Warga sekitar tidak sempat memadamkan api sebelum kobaran api makin membesar,” bebernya.
Sekira pukul 08.50 Wita, tim medis dari Puskesmas Puriala tiba di lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban. Api kemudian berhasil dipadamkan sekira pukul 09.30 Wita dengan bantuan masyarakat yang memadamkan sisa-sisa api.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun barang berharga seperti emas 5 gram, uang tunai Rp4,5 juta, dua unit handphone, surat-surat berharga, sejumlah barang elektronik, pakaian, serta lemari ikut terbakar, menimbulkan kerugian materiel yang ditaksir mencapai Rp100 juta.
