Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

Kamus Budaya Sultra Segera Lengkap, 3 Bahasa Daerah Tambahan Disusun Lewat Lokakarya

Kamus Budaya Sultra Segera Lengkap, 3 Bahasa Daerah Tambahan Disusun Lewat Lokakarya
Suasana Lokakarya Penyusunan Kamus Budaya Sultra Edisi Ketiga di Aula Kandai Balai Bahasa Provinsi (BBP) Sultra. Foto: Istimewa.

KendariBalai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (BBP Sultra) tengah menyusun edisi ketiga Kamus Budaya Sultra yang akan memperluas cakupan dokumentasi menjadi sembilan bahasa daerah. Proses itu dilakukan melalui “Lokakarya Penyusunan Kamus Budaya Sultra Edisi Ketiga” selama dua hari, 25 dan 26 Juli 2025 di Aula Kandai BBP Sultra.

Tiga bahasa yang dikaji dalam edisi terbaru ini adalah Wakatobi, Kulisusu, dan Lasalimu-Kamaru. Para penelaah bahasa yang terlibat berasal dari beragam latar belakang dan profesi, dengan fokus pada verifikasi kosakata hasil pendataan tim kerja Perkamusan dan Peristilahan BBP Sultra.

Kepala BBP Sultra, Dewi Pridayanti, menjelaskan bahwa dua edisi sebelumnya telah memuat enam bahasa daerah, yakni Tolaki, Muna, Wolio, Culambacu, Ciacia, dan Moronene. “Edisi ketiga ini akan menjadi pelengkap sehingga total ada sembilan bahasa daerah yang terdokumentasi dalam Kamus Budaya Sultra,” ujar Dewi, Sabtu (26/7).

Ia menambahkan, kamus ini tidak hanya ditujukan sebagai bentuk pelestarian, tetapi juga diharapkan menjadi bahan pembelajaran di lingkungan pendidikan maupun masyarakat umum.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Prof. Aris Badara yang turut hadir dalam lokakarya itu menekankan pentingnya peningkatan literasi dan numerasi di Sultra yang saat ini masih berada pada level kuning berdasarkan rapor pendidikan.

“Produk literasi seperti kamus ini diharapkan mampu memperkuat bahan ajar di sekolah,” ujarnya.

Baca Juga:  Efisiensi Anggaran Pacu Dikbud Sultra Lebih Kreatif Revitalisasi Sekolah di 2026

Ia juga menegaskan komitmen Pemprov Sultra untuk bersinergi dengan BBP Sultra dalam peningkatan literasi daerah.

Sejumlah narasumber, termasuk Ali Hadara dan Dermawan, turut memberi masukan dalam sesi diskusi untuk mendorong pemajuan bahasa daerah. Sementara itu, proses verifikasi kosakata dilakukan secara berkelompok oleh para penelaah bahasa.

Dengan hadirnya edisi ketiga ini, Kamus Budaya Sultra menjadi salah satu langkah konkret dalam mendokumentasikan dan melestarikan kekayaan bahasa lokal yang tersebar di wilayah Sulawesi Tenggara.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten