Karantina Pertanian Kendari Dorong Pengolahan Tanaman Porang di Konkep

Konawe Kepulauan – Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo tengah mendorong pengembangan pengelolaan tanaman porang sebagai komoditas super prioritas dalam peningkatan nilai ekspor di sektor pertanian.
Dalam mendukung kebijakan tersebut, Balai Karantina Pertanian Kota Kendari sebagai koordinator upaya peningkatan ekspor di Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan kunjungan ke Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) sebagai sentra pertanian porang.
“Ini adalah langkah operasional kami untuk memberi dukungan teknis agar petani porang di Karantina Konkep dapat memiliki informasi terkait potensi ekspor sehingga makin bersemangat,” kata Kepala Karantina Pertanian Kendari, N Prayatno Ginting, Sabtu (19/6/2021).

Dia menjelaskan, sebagai pihak yang memiliki wewenang perkarantinaan berupa pengawasan, keamanan, dan pengendalian mutu pangan dan pakan produk pertanian, pihaknya akan melakukan sinergitas dengan berbagai entitas agar mendorong kinerja ekspor di Sultra.
Saat ini, pihaknya mencatat komoditas pertanian unggulan di Kabupaten Konkep yakni pala, kelapa, jambu mete dan cengkeh. Namun kini porang juga dapat didorong dalam pengembangannya.
“Dari catatan kami, porang Konkep baru dilalulintaskan antar area, belum masuk pasar ekspor, ini yang kami dorong dengan memberikan bimbingan pemenuhan persyaratan teknis negara tujuan,” jelas Ginting.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Konkep, H. Muhammad Tahir, mengatakan bahwa jumlah petani yang telah melakukan budi daya porang di wilayahnya yakni sebanyak 635 orang dengan jumlah kelompok tani sebanyak 136.
“Total produksi perkelompoknya itu sebanyak 50 hingga 60 ton dalam satu kali panen,” ujar Muhammad Tahir.
Menurutnya, pemasaran porang dari Kabupaten Konkep saat ini masih melayani pasar domestik ke Surabaya.
“Dengan pembekalan teknis ekspor dari Karantina Pertanian Kendari, semoga bisa ekspor dan petani Konkep bisa mendapat nilai tambah,” harapnya.
Sebagai informasi, saat ini porang asal Indonesia berhasil menembus pasar Cina, Jepang, Taiwan dan Korea Selatan. Tercatat di tahun 2019 volume ekspor porang sebanyak 11.721 ton dengan nilai Rp644 miliar, dan meningkat di tahun 2020 sebanyak 20.476 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp924,3 miliar.
Tanaman porang adalah jenis tanaman yang masuk dalam klasifikasi umbi-umbian dengan nama latin Amorphophallus muelleri. Bentuk pohon porang berupa batang tunggal, berdiameter antara 5 mm hingga 50 mm.





