Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kolaka

Karhutla Koltim Capai 273,5 Hektare hingga September 2026

0
0
Tim BPBD Koltim saat berjibaku memadamkan api di salah satu area lahan yang terbakar. Foto: Istimewa.

Kolaka Timur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat luas lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai 273,5 hektare sepanjang Januari hingga 11 September 2026.

Data tersebut tercatat dalam laporan kejadian bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Koltim periode 11 September 2026. Dalam laporan yang ditandatangani oleh Kepala Pelaksana BPBD Koltim, Dewa Made Ratmawan menyebut karhutla terjadi di sejumlah wilayah dengan dampak berupa terbakarnya areal perkebunan warga hingga kawasan hutan.

Berdasarkan data BPBD Koltim, kejadian karhutla pertama tercatat pada 16 Januari 2026 di Desa Simbune, Kecamatan Tirawuta; kemudian 31 Januari 2026 di Desa Welala, Kecamatan Ladongi.

Kejadian kembali tercatat pada Maret dan April 2026. Pada 12 – 13 Maret, karhutla terjadi di Desa Atula, Kecamatan Ladongi. Sementara pada 10 April, karhutla terjadi di Desa Horodopi, Kecamatan Mowewe dengan luas area terdampak 1 hektare.

Memasuki Agustus 2026, jumlah kejadian karhutla meningkat di sejumlah wilayah. Kebakaran tercatat terjadi di Poniponiki, Welala, Pombeyoha, Raraa – Wande, Talodo, Tinengi, Wesalo, Lalolera hingga Keisio.

Kebakaran di kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai tercatat terjadi di Welala dengan luas 40 hektare, Pombeyoha 28 hektare, dan Raraa – Wande 9 hektare.

Selain itu, BPBD mencatat karhutla di Wesalo pada 24 Agustus seluas 4 hektare dan kembali terjadi pada 26 Agustus dengan luas 82 hektare. Pada lokasi tersebut, laporan BPBD mencantumkan adanya kekurangan selang dan aksesorisnya.

Pada September, karhutla kembali terjadi di Desa Loka, Kecamatan Tirawuta pada 3 September seluas 0,80 hektare. Kemudian di Desa Talodo dan Lalosingi, Kecamatan Lalaoe, masing-masing seluas 24 dan 23 hektare pada 5 September.

Kejadian terbaru dalam laporan tersebut terjadi pada 10 September 2026 di Desa Weamo, Kecamatan Tinondo. Kebakaran menghanguskan areal perkebunan PT Sari dengan luas area terdampak mencapai 20,25 hektare.

Selain karhutla, BPBD Koltim juga mencatat luas area terdampak kekeringan mencapai 1.886,57 hektare hingga periode pelaporan tersebut. Kekeringan tersebut terutama berdampak pada lahan pertanian akibat musim kemarau.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: