Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

KBM UHO Kendari Desak Pelantikan Rektor Terpilih, Siap Bertahan di Kampus Jika Tak Ada Kejelasan

0
0
Situasi aksi penuntutan pelantikan Rektor UHO Kendari terpilih untuk segera dilakukan. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (28/7/2025).

Kendari – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat UHO Kendari, Senin (28/7/2025). Mereka menuntut kejelasan terkait pelantikan Prof. Armid sebagai Rektor UHO Kendari terpilih periode 2025 – 2029 yang hingga kini belum dilakukan.

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan bahwa sejak Prof. Armid terpilih pada 16 Juni 2025 lalu, belum ada tindak lanjut resmi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) terkait pelantikannya. Mereka meminta pihak kampus aktif mengawal proses tersebut dan menyampaikan aspirasi mahasiswa ke pemerintah pusat.

“Kami hanya ingin memastikan bahwa proses ini benar-benar dikawal dan berjalan sebagaimana mestinya. Kami sangat membutuhkan kejelasan,” ujar salah satu orator aksi.

Aksi ini juga disertai ancaman untuk bertahan dan bermalam di area kampus jika dalam waktu dekat tidak ada kepastian pelantikan dari kementerian. Para mahasiswa menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk kecintaan terhadap kampus dan upaya menjaga marwah demokrasi di lingkungan UHO Kendari.

Menanggapi aksi tersebut, Rektor UHO Kendari, Prof. Zamrun Firihu, menyampaikan bahwa dirinya juga berkomitmen untuk mengawal proses pelantikan tersebut.

“Saya paham dan saya juga sedang mengawal proses ini dengan sungguh-sungguh. Tuntutan kalian akan saya teruskan langsung ke Pak Menteri. Saya pastikan beliau menerima aspirasi kalian,” ujar Prof. Zamrun saat dihubungi mahasiswa melalui sambungan telepon di tengah aksi berlangsung.

Ia juga menyatakan akan segera kembali ke Kemendikti Saintek dalam waktu dekat untuk meminta kepastian langsung terkait proses pelantikan rektor terpilih. Jika terdapat kendala administratif atau laporan tertentu yang memengaruhi proses, ia berjanji akan mengklarifikasi langsung.

Mahasiswa menyampaikan harapan agar Kemendikti Saintek juga bersedia membuka komunikasi langsung dengan mahasiswa, agar proses berlangsung transparan dan tidak diwarnai intervensi dari pihak luar.

“Kami ingin proses ini berjalan jujur dan adil, tanpa intervensi yang merusak demokrasi kampus,” tegas salah satu perwakilan mahasiswa.

Hingga pukul 12.00 Wita, massa aksi masih terus bertahan di depan Rektorat UHO Kendari untuk menunggu kepastian soal pelantikan Rektor UHO Kendari terpilih.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: