Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Keluarga Mahasiswi UHO Kendari yang Dianiaya Senior Beberkan 3 Alasan Tolak Upaya Mediasi

0
0
Senior yang menganiaya junior di UHO Kendari menjalani pemeriksaan di Polsek Poasia. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (2/6/2023).

Kendari – Keluarga mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO) berinisial WAP (19) yang dianiaya oleh seniornya berinisial NI (22) dan F (20), membeberkan tiga alasan menolak upaya mediasi terkait kasus pengeroyokan yang terjadi di UHO Kendari, Jumat (2/6/2023).

Kakak WAP, Try (23) mengatakan, pihaknya mengapresiasi kerja-kerja kepolisian yang merespons cepat dan menangani kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh NI dan F terhadap adiknya. Namun untuk penyelesaian secara kekeluargaan, ia berkukuh akan menempuh jalur hukum alias menolak upaya mediasi.

Alasan pertama, WAP masuk di kampus tersebut pada tahun 2021 lalu dan saat ini tengah duduk di semester empat. Saat berstatus sebagai mahasiswa baru (maba) dua tahun lalu, adiknya pernah dianiaya oleh kedua senior tersebut hingga mengalami lebam di wajah.

Senior yang menganiaya junior di UHO Kendari menjalani pemeriksaan di Polsek Poasia. Foto: Herlis Ode Mainuru/Kendariinfo. (2/6/2023).

“Waktu jadi maba adik saya dianiaya juga sama seniornya yang itu, tapi dimaafkan oleh adik saya karena mereka seniornya. Itu yang pertama,” kesalnya.

Alasan yang kedua, pihak keluarga mendapati WAP alami lebam dan luka di wajah saat korban pulang di rumahnya di Kelurahan Jati Mekar, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, pada Jumat (2/6) sekira pukul 08.00 Wita. Ternyata, korban telah dikeroyok oleh kedua pelaku yang sama di dalam kampus pada hari itu sekira pukul 01.00 Wita, dini hari.

Sebelum melayangkan laporan di Polsek Poasia pada Jumat sore, Try dan pihak keluarga telah berupaya menghubungi kedua senior tersebut untuk memberikan klarifikasi penyebab adiknya dikeroyok. Namun kedua pelaku enggan bertemu dan terkesan mengabaikan permintaan pihak keluarga korban.

“Kita yang jadi korban, kita juga yang susah cari-cari mereka. Seharusnya mereka yang kooperatif datang minta maaf ke kita, tapi banyak alasan. Pertama dia alasan sibuk, masih ada urusannya, kemudian alasan hujan, ada-ada saja alasannya, pasti kita keluarga tidak terima dengan itu,” tambahnya.

Alasan ketiga, Try mengaku bertemu dengan kedua mahasiswi senior itu di Polsek Poasia tetapi NI dan F enggan meminta maaf dan justru ngotot seolah-olah ingin membela diri.

“Masa dia mengaku sama kita, hal biasa itu (pemukulan) kalau kita di kampus, karena itu dia tidak minta maaf mungkin,” kata Try.

Dinilai tidak kooperatif, keluarga korban pun bersepakat menolak mediasi dan memilih memproses keduanya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, Kapolresta Kendari, Kombes Pol Muh Eka Fathurrahman membenarkan bahwa upaya mediasi telah dilakukan tetapi tidak ada titik temu. Olehnya itu, kasus tersebut akan diambil alih atau dilimpahkan dari Polsek Poasia ke Polresta Kendari.

“Kasus ini jadi atensi, karena mediasi tidak ada kesepakatan, kita akan proses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Saat ini, kedua senior yang melakukan penganiayaan itu masih diamankan di Polsek Poasia, sedangkan korban tengah menjalani perawatan medis di RSUD Kota Kendari.

Polresta Kendari Ambil Alih Kasus Penganiayaan 2 Senior UHO Terhadap Juniornya

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: