Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Wakatobi

Kenaikan Tarif PDAM Wakatobi Tetap Berlaku, Pemda Berdalih Sesuai Regulasi

Kenaikan Tarif PDAM Wakatobi Tetap Berlaku, Pemda Berdalih Sesuai Regulasi
Tokoh pemuda Desa Wungka, Risal, saat menyampaikan aspirasi masyarakat di halaman Kantor Bupati Wakatobi. Foto: Istimewa. (23/2/2026).

Wakatobi – Aksi protes terhadap lonjakan tarif pembayaran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Wakatobi disuarakan sekelompok pemuda di halaman Kantor Bupati Wakatobi, Senin (23/2/2026). Namun, tuntutan tersebut belum membuahkan perubahan kebijakan.

Tokoh Pemuda Desa Wungka, Kecamatan Wangiwangi sekaligus Koordinator Aksi, Risal, menyampaikan pemberlakuan tarif itu berdasarkan regulasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi.

“Kesimpulan dari hasil diskusi pemerintah daerah tetap mempertahankan kebijakannya yang mencekik itu karena mereka bertahan atas nama regulasi yang ada. Itu pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Wakil Bupati,” jelasnya, Senin (23/2).

Tokoh Pemuda Desa Wungka lainnya, Dariono, turut memberikan pengumuman terbuka di grup Facebook Wakatobi Online (WO) terkait kenaikan tarif air PDAM yang ramai dikeluhkan masyarakat.

“Mohon maaf seluruh masyarakat Kabupaten Wakatobi, terkait kenaikan tarif PDAM yang ibu-ibu keluhkan, tidak bisa lagi diturunkan. Kami sudah berjuang, tetapi sudah menjadi ketentuan dan ditetapkan melalui Pemkab Wakatobi,” tulis Dariono.

Namun, demi mengawal aspirasi masyarakat, Dariono menyatakan pihaknya akan tetap memperjuangkan persoalan tersebut.

“Kami akan tetap memperjuangkan ini,” tegasnya.

Di hadapan massa aksi, Wakil Bupati Wakatobi Safia Wualo, menyampaikan akan menindaklanjuti keputusan yang telah ditetapkan harus diajukan kepada pemegang kewenangan tertinggi, yakni Bupati Wakatobi, Haliana. Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menimbulkan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Baca Juga:  Breaking News! Demo Penolakan Larangan Mudik Menjalar hingga di Depan Lippo Plaza Kendari

“Mari di bulan puasa ini jangan sampai batal puasanya kita. Kami sudah tahu semua. Hanya saja kalau kita mau bilang mau ditiadakan, tidak bisa juga karena ada aturannya. Kemudian kita juga harus melapor ke Pak Bupati,” ujar Safia.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Wakatobi, Nadar, mengungkapkan Bupati Haliana saat ini tengah di Jakarta.

“Beliau masih di Jakarta. Ada agenda di Kementerian Sosial, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ungkap Nadar, Selasa (24/2).

Kenaikan tarif ini awalnya mencuat dari unggahan akun Facebook Diva Adiva di grup Facebook Wakatobi Online yang meminta Bupati Wakatobi, Haliana, untuk meninjau harga air PDAM, pengguna Facebook lainnya langsung menyerbu kolom komentar dengan keluhan serupa. Tarif air yang dibebankan kepada masyarakat setempat dinilai terlalu tinggi.

Warga menilai pembayaran tersebut melonjak hingga tiga kali lipat dari harga semula.

“Saya juga biasanya bayar Rp80 ribu per bulan. Sekarang tembus Rp300 ribu pembayaran,” tulis akun Facebook La Ode Epu di kolom komentar, Rabu (18/2) lalu.

Tarif Air PDAM Wakatobi Naik Drastis, Warga Ramai Mengeluh di Media Sosial

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten