Kendari Nol Kasus Covid-19

Kendari – Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dinyatakan bersih dari kasus Covid-19. Berdasarkan data satuan tugas (satgas) Covid-19 per Kamis (14/10/2021) kemarin, sudah tidak ada pasien yang terkonfirmasi positif atau nol kasus.
Kabar tersebut dibenarkan oleh Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir. Dia mengatakan, dalam menjaga capaian nol kasus Covid-19 di Kota Kendari, seluruh pihak harus ikut bekerja sama dengan pemerintah.
“Saya ingin sampaikan bahwa, dalam mempertahankan capaian ini, bukan hanya tugas pemerintah. Ini tugas kita bersama masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan,” katanya, Jumat (15/10).

Dia mengimbau untuk seluruh masyarakat yang belum melakukan vaksinasi agar segera mengikuti program tersebut pada titik-titik yang telah tersedia.
“Ini program vaksinasi, kalau ini bisa kita genjot. Karena berdasarkan hitungan kedokteran itu harus mencapai minimal 70 persen supaya bisa mencapai herd immunity. Untuk itu segera vaksin bagi yang belum,” imbaunya.
Berdasarkan data vaksinasi di Kota Kendari, saat ini telah mencapai angka 60 persen. Namun menurutnya untuk mencapai angka 70 persen menjadi sebuah tantangan.
“Alhamdulillah sekarang sudah mencapai 60 persen. Saya memprediksi untuk mencapai 70 persen itu tantangannya semakin dinamis. Karena yang tersisa memang dari awal menolak vaksin. Ini yang harus kita yakinkan, kita akan berikan pemahaman seperti apa sebenarnya manfaat vaksinasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris daerah (Sekda) Kota Kendari, Nahwa Umar menginstruksikan agar seluruh jajaran pemerintahan lingkup Kota Kendari agar dapat mempertahankan zona hijau tersebut.
“Seluruh kelurahan kita di kota Kendari zona hijau, dan seluruh rumah sakit sudah tidak ada yang terkonfirmasi positif. Oleh karena itu kita terus pertahankan, vaksinasi ditingkatkan, kemudian prokes jangan pernah dilepas,” ujarnya.
Untuk menjaga hal itu, Nahwa juga meminta agar akses keluar dan masuk Kota Kendari perlu dijaga ketat, terkhusus Bandara Haluoleo.
“Ya, kita perlu jaga semua ini, karena Kota Kendari sebagai ibu kota Provinsi Sultra, jadi perlu dijaga akses keluar masuknya masyarakat,” pungkasnya.





