Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Kendari Raih Piala Kota Layak Anak, tapi Kekerasan Masih Banyak

0
0
2 orang anak menggunakan masker. Foto: Bobi Nardi/Kendariinfo.

Kendari – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima piala penghargaan Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada 12 Oktober 2021 lalu. Tapi hal itu berbanding terbalik dengan kasus kekerasan perempuan dan anak di Kendari. 

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sultra mencatat 25 kasus kekerasan perempuan dan anak terjadi di Kota Kendari sepanjang Januari hingga September 2021. Menurut Kepala Bidang (Kabid) Data Informasi dan Partisipasi Masyarakat, Dinas PPPA Sultra, Murdiana Hasan, angka itu baru yang dilaporkan. 

Dia menyebut, kekerasan terhadap perempuan anak seperti fenomena gunung es. Artinya, masih banyak kasus kekerasan yang terjadi di masyarakat namun tidak dilaporkan.

Kepala Bidang (Kabid) Data Informasi dan Partisipasi Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sultra, Murdiana Hasan. Foto: Yusrin Ramadhan/Kendariinfo. (19/11/2021).

“Kasus kekerasan ini sama seperti gunung es, yang terlihat sekian, tapi kita tidak tahu di bawahnya seperti apa. Masih banyak sebenarnya yang belum terlapor, mungkin karena malu, atau apa, data yang terlapor saja yang bisa kita bagikan,” ujarnya, Jumat (19/11/2021).

Angka kekerasan perempuan dan anak di Kendari hanya kalah dari Kota Baubau dan Kabupaten Kolaka. Di Baubau, terjadi 29 kasus kekerasan perempuan dan anak yang dilaporkan. Sedangkan di Kolaka 27 kasus. 

“Konawe 16, Buton Selatan (Busel) 14, Bombana 11, Buton 10, Konawe Selatan (Konsel) 9, Kolaka Utara (Kolut) 8, Wakatobi 6, Konawe Utara (Konut) 3, Buton Tengah (Buteng) 2, dan Muna 1 kasus. Sementara Buton Utara (Butur), Kolaka Timur (Koltim), dan Konawe Kepulauan (Konkep) itu tidak ada,” jelasnya. 

Kendati meraih penghargaan KLA, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, tak menampik banyak kekurangan yang harus dibenahi. Dia mengaku akan berbenah untuk menciptakan Kendari sebagai kota yang layak anak. 

“Tentu ke depan kita jangan puas apa yang dicapai hari ini, karena yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita khususnya di kota Kendari bisa merasakan bahwa kota ini benar-benar layak buat mereka,” katanya usai menerima penghargaan KLA, Selasa (12/10) lalu.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kiri) bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Kendari, Ratna Dewi (kanan). Foto: Istimewa. (12/10/2021).
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: