Kepala SMAN 1 Kendari Berganti, Kini Dinakhodai Nur Aida Eks Kepsek SMAN 2
Kendari – SMAN 1 Kendari resmi memiliki kepala sekolah baru setelah Nur Aida dilantik sebagai kepala sekolah oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka di Kantor Gubernur Sultra, Senin (21/9/2026).
Nur Aida yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMAN 2 Kendari menggantikan Ruslan yang kini tidak lagi memimpin sekolah tersebut. Selain Nur Aida terdapat 24 kepala sekolah lainnya yang turut dilantik.
Pergantian pimpinan di salah satu sekolah favorit di Kota Kendari itu diikuti dengan agenda penataan dan pemetaan potensi sekolah. Nur Aida mengaku akan lebih dulu mempelajari kondisi internal sebelum mengambil kebijakan.
“Langkah pertama adalah rapat, kemudian mengenal potensi yang ada. Kami akan melakukan identifikasi potensi dan pemetaan. Kalau ada masalah yang bisa diselesaikan, tentu akan kami selesaikan,” kata Nur Aida usai pelantikan.
Ia menjelaskan, pengembangan sekolah tidak hanya berfokus pada sarana dan prasarana, tetapi juga kualitas tenaga pendidik serta peserta didik. Menurutnya, hal itu sejalan dengan harapan Gubernur Sultra agar sekolah unggulan dibangun melalui peningkatan sumber daya manusia.
Mantan Kepala SMAN 2 Kendari itu juga menilai kolaborasi menjadi kunci dalam menjalankan program sekolah. Karena itu, ia berencana melibatkan seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam proses pembenahan.
“Tidak akan ada keberhasilan tanpa kolaborasi yang baik. Saya akan menjalankan amanah ini bersama seluruh warga sekolah untuk mewujudkan sekolah unggul,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka meminta agar pejabat yang baru dilantik memahami tugas dan fungsi serta membangun koordinasi dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Ia mengatakan pemerintah daerah saat ini mendorong pengembangan empat sektor prioritas, salah satunya pendidikan. Program yang dijalankan, kata dia, harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata.
“Tidak ada lagi kegiatan yang sifatnya top down, tetapi seluruhnya harus berbasis pada kebutuhan, bukan karena keinginan,” kata Andi Sumangerukka.
Ia juga meminta target kinerja yang telah ditetapkan tidak berhenti sebagai dokumen administrasi. Menurutnya, target tersebut harus diwujudkan melalui pelaksanaan program secara jujur, benar, dan konsisten.
