Keracunan Massal di Kendari, Sampel Makanan dari Pesantren Diuji Lab
Kendari – Polisi mengirim sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk diuji laboratorium. Sampel dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (12/1/2026).
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan peristiwa keracunan massal terjadi di Pondok Pesantren Al Manan, Jalan Chairil Anwar, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Minggu (11/1). Dalam kejadian itu, 73 santri mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan yang disediakan pesantren.
“Total korban mencapai 73 orang. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di Kota Kendari, sedangkan sebagian lainnya dirawat langsung di lingkungan pesantren,” kata Welliwanto, Selasa (13/1).
Ia menjelaskan sampel yang dikirim ke Labfor Makassar meliputi berbagai jenis makanan dan bahan yang dikonsumsi santri. Sampel tersebut antara lain daging ayam, muntahan santri, sisa makanan berupa tempe goreng, sayur, nasi, kecap, air keran, bumbu makanan, serta mi instan. Seluruh sampel akan diuji untuk memastikan kandungan yang diduga penyebab keracunan.
“Kemarin seluruh sampel sudah kami kirim untuk diperiksa di laboratorium,” jelasnya.
Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Kendari, Ipda Ariel Mogens Ginting, mengungkapkan pihaknya juga telah mengecek langsung dapur yang digunakan untuk mengolah makanan di pesantren. Dari hasil pemeriksaan lapangan, ditemukan kondisi dapur yang tidak memenuhi standar higiene dan sanitasi.
“Di lokasi kami menemukan lantai dapur tergenang air, lingkungannya lembab, penyimpanan bahan pangan tidak tertutup, serta peralatan masak yang berpotensi terkontaminasi,” ungkap Ariel.
Ia menegaskan temuan kepolisian terdapat unsur kelalaian, khususnya tidak diterapkannya pengelolaan dapur secara higienis serta pengendalian sanitasi lingkungan, bahan pangan, dan peralatan masak. Kondisi tersebut diduga kuat menjadi pemicu terjadinya keracunan massal. Akibat kejadian itu, para santri mengalami sejumlah keluhan kesehatan, seperti demam, mual, muntah, pusing, dan lemas.
Ariel menilai terdapat hubungan sebab akibat antara kondisi dapur yang tidak memenuhi standar higiene sanitasi dengan timbulnya gangguan kesehatan, mengingat seluruh makanan yang dikonsumsi berasal dari dapur pesantren. Hingga saat ini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal.
Korban Keracunan Massal di Kendari Kembali Bertambah Jadi 73 Orang
