Kerusakan Pelat Duiker di Muna Bahayakan Pengendara, Warga Minta Pemda Perbaiki
Muna – Warga Desa Langkumapo, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), meminta pemerintah daerah untuk segera memperbaiki pelat duiker yang telah rusak. Rusaknya pelat duiker dinilai membahayakan keselamatan pengendara ketika melintasi jalan tersebut.
Warga Desa Langkumapo, Abdul Ashadin (48), mengatakan pelat duiker mengalami kerusakaan sejak 19 November 2025. Meski sudah sebulan rusak, hingga kini belum terlihat adanya penanganan dari pihak pemerintah. Padahal, jalan itu merupakan akses penghubung antara Kabupaten Muna dan Muna Barat (Mubar).
“Rusaknya sejak bulan lalu, waktu truk tronton melintas. Sampai sekarang belum ada perhatian dari Pemda Muna. Padahal, warga Mubar kalau ke Pelabuhan Tampo pasti lewat di jalan itu. Begitu pun sebaliknya warga Napabalano pergi di Mubar,” kata Abdul kepada Kendariinfo, Selasa (30/12/2025).
Selain menjadi jalur masyarakat Mubar, ia mengungkapkan jalan tersebut merupakan akses vital warga Desa Langkumapo untuk menuju ke kebun dan empang. Rusaknya pelat duiker kini makin mengkhawatirkan, karena besi penyangga di bagian bawah beton sudah mulai jatuh.
“Warga Desa Langkumapo setiap hari melewati jalan pergi ke kebun dan empang. Besinya sudah mulai jatuh. Kalau sampai mengalami retak lagi sampai 5 sentimeter, kendaraan sudah tidak bisa melalui jalan,” ungkapnya.
Abdul berharap Pemda Muna segera mengambil langkah perbaikan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Menurutnya, untuk perbaikan kerusakan pelat duiker tidak akan menelan biaya besar.
“Tidak perlu biaya besar. Cukup siapkan besi, pasir, dan batu. Kami berharap baik dari Pemerintah Desa Langkumapo, Kecamatan Napabalano, sampai Pemerintah Kabupaten Muna dapat saling berkolaborasi untuk memperbaiki rusaknya pelat duiker itu,” pungkasnya.
