Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Opini

Ketinggalan IPTEK

Tulisan dari tidak mewakili pandangan dari redaksi kendariinfo
Ketinggalan IPTEK
Sendi Viola Lekatompessy. Foto: Istimewa.

Seiring berjalannya waktu Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) semakin maju, secara sadar membawa pengaruh yang cukup signifikan yang di mana kita dituntut untuk mengikutinya sehingga membuat kita perlu terus belajar hal-hal yang baru.

Indonesia salah satu negara kaya akan sumber daya alam yang melimpah. Namun, rakyat Indonesia belum bisa mengelolanya secara mandiri karena keterbatasan sumber daya manusia atau IPTEK. Sehingga, keterbatasan tersebut membuat Indonesia masih dikategorikan sebagai negara berkembang atau masih jauh dari kemajuan.

Sumber daya alam yang begitu melimpah sangat sayang (mubazir) bila tidak dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan warga negara Indonesia, dalam pengelolaan sumber daya Indonesia, mau tidak mau Indonesia harus menggunakan jasa negara lain salah satunya “Negeri Tirai Bambu” Cina. Cina adalah salah satu negara yang mempunyai teknologi canggih-canggih, jelas bahwa kecanggihan teknologinya sejalan dengan pengetahuan warga negara yang dimiliki. Sehingga membuat Indonesia harus menggunakan teknologi Cina untuk mengelola sumber daya alam yang dimiliki. Tentu, dalam penggunaan dan pengelolaannya pun tenaga kerja Indonesia harus belajar dari tenaga kerja Cina. Dari hal tersebut ada beberapa faktor penyebab di antaranya:

  • Kurangnya minat belajar

Yang membuat warga negara Indonesia ketinggalan dan sulit untuk menyesuaikan diri terhadap IPTEK yang maju begitu pesat adalah kurangnya tekad/minat belajar yang kita miliki. Banyak kita jumpai orang-orang yang besar keinginannya untuk menguasai atau mengetahui sesuatu, tetapi kurangnya minat mempelajari sesuatu itu, sama dengan banyak orang-orang yang ingin berwawasan luas tetapi malas belajar.

  • Ketersedian lembaga pendidikan
Baca Juga:  Hantu Inflasi di Daerah

Ketersediaan lembaga pendidikan Indonesia masih kurang, bidang ilmu atau kurikulum lembaga pendidikan Indonesia rata-rata masih menggunakan kurikulum lama. Bisa dibilang tertinggal dengan kurikulum yang baru sesuai kemajuan zaman.

  • Biaya pendidikan

Biaya pendidikan juga salah satu kendala sebagian besar warga negara Indonesia untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, entah itu pendidikan di dalam negeri maupun luar negeri. Padahal UUD 1945 sangat menuntut agar kecerdasan warga negara Indonesia diutamakan.

  • Acuh terhadap inovasi

Tidak semua orang bisa menerima begitu saja pembaruan atau inovasi yang terjadi melalui IPTWK. Mereka menunjukkan sikap acuh dengan beranggapan semua hal baru memberi pengaruh buruk atau tidak mempunyai pengaruh sama sekali.

Oleh: Sendi Viola Lekatompessy

Penulis
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten