Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Ketua Bappilu NasDem Dorong Kader di Sultra Memaksimalkan Medsos untuk Politik Positif

0
0
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Prananda Surya Paloh, saat membuka Rakerwil DPW Partai NasDem Sultra di Kota Kendari. Foto: Istimewa. (18/5/2026).

Kendari – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (NasDem), Prananda Surya Paloh, mendorong seluruh kader Partai NasDem di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk melek politik digital dan aktif memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai sarana komunikasi politik yang kreatif, edukatif, serta mampu menjangkau generasi muda.

Hal itu disampaikan Prananda saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Sekolah Legislatif DPW Partai NasDem Sultra di Kota Kendari, Senin (18/5/2026). Kegiatan yang berlangsung pada 17 hingga 19 Mei 2026 tersebut menjadi forum konsolidasi kader dan anggota legislatif NasDem se-Sultra dalam menghadapi agenda politik menuju Pemilu 2029.

Dalam arahannya, Prananda menegaskan perkembangan teknologi dan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menyebarkan pesan-pesan politik yang positif dan membangun.

“Saya mengajak seluruh kader untuk mulai aktif menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi politik yang kreatif dan memiliki cara pandang baru,” ujar Prananda.

Menurutnya, NasDem merupakan partai modern yang menjunjung tinggi prinsip meritokrasi, keterbukaan, dan regenerasi kader secara berkelanjutan. Karena itu, penguatan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi kunci utama membangun organisasi politik yang tangguh dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Prananda juga menekankan pentingnya penempatan kader sesuai kapasitas dan kompetensi agar roda organisasi berjalan efektif, profesional, dan mampu menghasilkan prestasi politik.

“NasDem adalah partai yang terbuka bagi semua golongan dan menjunjung semangat persamaan hak atau egaliter,” katanya.

Meski mendorong kader aktif di ruang digital, Prananda mengingatkan agar seluruh kader tetap bijak dalam menyebarkan informasi. Ia meminta kader tidak mudah terpengaruh maupun ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Jika belum memahami substansinya dan belum mengecek kebenarannya, lebih baik tidak ikut menyebarkan,” tegasnya.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: