Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

Kisah Anita Rezki, Dosen IAIN Kendari Mengajar Bahasa Indonesia bagi Warga India

10
1
Anita Rezki saat menjalani pembekalan BIPA. Foto: Istimewa.

Kendari – Seorang dosen dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari bernama Anita Rezki terpilih menjadi salah satu pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan mengajar di New Delhi, India sejak awal tahun ini.

BIPA sendiri adalah salah satu program dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek).

Saat dihubungi Jurnalis Kendariinfo, Sabtu (18/12/2021), Anita menceritakan bahwa dia mengikuti seleksi program ini pada tahun 2019 lalu.

Anita Rezki saat mengajar warga India via aplikasi Zoom. Foto: Istimewa.

“Seleksi yang dilakukan juga cukup ketat, mulai dari seleksi administrasi, micro teaching, wawancara pemahaman kebudayaan, dan psikotes,” kata Anita.

Pada tahun itu, ada tiga orang dari Sulawesi Tenggara yang lolos untuk seleksi BIPA dan salah satunya adalah Anita yang dijadwalkan akan berangkat bertugas pada tahun 2020.

“Seleksi pengajar BIPA diadakan tiap tahun. Tidak ada kuota khusus untuk setiap provinsi karena sistem seleksinya nasional,” jelasnya.

Singkat cerita, Anita mulai ditugaskan pada awal tahun 2021 karena Pandemi Covid-19 yang merebak 2020 lalu. Rencana awal pada Januari 2021, Anita akan berangkat ke Thailand untuk melaksanakan penugasan program tersebut.

Namun batal karena kondisi Pandemi Covid-19 saat itu yang masih cukup parah sehingga beberapa negara membatasi akses masuk ke negaranya, termasuk Thailand.

Anita Rezki saat mengajar warga India via aplikasi Zoom. Foto: Istimewa.

Akhirnya Anita mulai menjalani penugasan BIPA-nya pada bulan Februari 2021 dan dialihkan menjadi pengajaran daring di KBRI New Delhi, India.

Anita mengaku deg-degan saat awal memulai kelas daring dan menjadi pengajar bagi warga di New Delhi karena merupakan pengalaman pertamanya berinteraksi dengan orang India.

“Jadi awalnya deg-degan kalau akan sulit berkomunikasi atau cara mengajarku tidak mudah dipahami oleh mereka, tapi karena para pemelajar juga menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi selama mengajar, jadi saya juga bersemangat untuk mengajarkan bahasa Indonesia dan memperkenalkan budaya Indonesia,” ungkapnya.

“Mereka sangat bersemangat kalau belajar. Sangat suka berdiskusi dan bertanya. Pernah waktu saya mengajar, belum selesai menjelaskan, ada lagi pertanyaan dari pemelajar. Sampai temannya sendiri yang bilang ‘biarkan ibu menjelaskan sampai tuntas dulu’,” sambungnya.

Dia menjelaskan, pemelajar di kelas yang diajarnya memiliki latar belakang yang bermacam-macam mulai dari ibu rumah tangga, profesor, hingga anak SMA dan juga pekerja di start-up terkenal seperti Amazon, Google, dan lainnya.

Selain mengajar bahasa Indonesia, tak lupa juga Anita mengenalkan budaya dari daerah asalnya yaitu Sulawesi Tenggara kepada para pemelajar di kelasnya.

“Pernah suatu hari saya juga memperkenalkan Sulawesi Tenggara kepada mereka, mulai dari makanan, tempat wisata, tarian hingga pakaian adat dari Sultra, pemelajar menjadi sangat tertarik untuk berkunjung ke Sultra,” kenangnya.

Penugasan BIPA yang dijalankan Anita sendiri berakhir pada Desember 2021 ini dan dia telah mengajar sebanyak 150 orang di India.

Sejauh ini, pengajar BIPA sudah tersebar di kurang lebih 465 lembaga di kawasan yang dibagi menjadi Asia Tenggara (Astara), Asia, Pasifik, dan Afrika (Aspasaf), serta Amerika dan Eropa (Amerop). Ada yang berada di KBRI, KJRI atau universitas-universitas di negara-negara tersebut.

Anita Rezki saat mengajar warga India via aplikasi Zoom. Foto: Istimewa.
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: