Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Kisah Haru Anak Kuli Bangunan di Kendari yang Lulus Jadi Polisi

Kisah Haru Anak Kuli Bangunan di Kendari yang Lulus Jadi Polisi
Pertemuan Tito Prasetya dan ibunya di Kendari. Foto: Istimewa. (20/12/2023).

Kendari – Tangis haru bahagia dirasakan kedua orang tua Tito Prasetya, setelah anaknya tidak lama lagi akan dinyatakan lulus dalam wisuda calon anggota Polri di Sekolah Polisi Negara (SPN) Anggotoa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Tito Prasetyo merupakan salah satu peserta yang beruntung lolos dalam penerimaan anggota Polri 2023 di Polda Sultra. Tito diketahui berasal bukan dari kalangan orang yang mampu. Kedua orang tuanya sehari-hari hanya bekerja sebagai kuli bangunan di Kota Kendari. Namun berkat kegigihan dan semangatnya, ia berhasil lulus pada seleksi penerimaan Polri secara murni.

“Alhamdulillah, saya lulus. Ini semua berkat doa orang tua saya,” kata Tito, Rabu (20/12/2023).

Tito berhasil membuktikan bahwa ia lulus dan dalam waktu yang tidak lama lagi akan resmi menyandang anggota Polri dengan pangkat Brigadir Dua (Bripda).

Kedua orang tua Tito pun awalnya tidak menyangka, bahwa anaknya bisa lulus tes Polri. Bahkan, mereka pesimis karena berasal dari orang yang tidak berada.

Tito sudah menjalani masa pendidikan di SPN Anggotoa Kabupaten Konawe. Kedua orang tuanya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anak kebanggaannya itu. Hal tersebut dia ungkapkan saat beberapa personel dari Bagdalpers Polda Sultra menemui kedua orang tua Tito di kediamannya di Kendari.

Kondisi rumah kedua orang tua Tito sangat sederhana, hanya terbuat dari papan beratapkan seng yang tampak sudah berkarat. Bahkan, ruang tamu terpaksa harus dijadikan sebagai tempat tidur karena ukuran rumahnya yang sempit.

Baca Juga:  Polisi Tendang Ban Terbakar Kena Demonstran di Inspektorat Mubar, 5 Luka-Luka

Kedua orang tua Tito sempat terkejut melihat kedatangan beberapa orang anggota polisi di rumahnya. Ternyata, mereka merupakan Personel Bagdalpers Polda Sultra yang membina dan melatih Tito selama menjalani masa pendidikan di SPN Anggotoa.

Saat berbicara kepada personel Bagdalpers Polda Sultra, ibu Tito sangat berharap ingin melihat anaknya lagi setelah beberapa bulan terpisah. Apalagi, ibunya tidak terbiasa jauh dari anaknya sejak kecil hingga tamat dari bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Suasana berubah seketika, orang tua Tito sontak kaget dan air matanya tumpah, tiba-tiba putra kesayangannya muncul dengan seragam lengkap Casis Polri. Mereka tidak berhenti menangis dan memeluk erat putranya.

Rupanya, Tito sudah sejak lama ingin pulang ke rumah untuk bertemu kedua orang tuanya atas izin pembinanya di SPN. Namun Tito tidak dapat berbuat banyak, ia terpaksa menahan rasa rindunya untuk pulang karena tidak memiliki uang. 

Ibu Tito juga terpaksa harus melarang anaknya untuk pulang, karena tidak ingin diketahui jika ayahnya sedang sakit keras. Hal itu terpaksa dilakukan oleh ibunya karena tidak mau menjadi beban pikiran Tito yang dapat mengganggu konsentrasinya selama pendidikan.

Namun, pertemuan itu hanya berlangsung singkat, Tito harus kembali ke SPN untuk melanjutkan pendidikan yang masih tersisa beberapa bulan lagi. Namun demikian, kerinduan ayah dan ibunya sedikit sudah terobati meski hanya bertemu dengan putranya secara singkat.

Baca Juga:  Peringatan Sedarah di Polda Sultra Ricuh

Kedua orang tua Tito pun sangat berterima kasih kepada Personel Bagdalpers Polda Sultra yang telah memberi kesempatan mempertemukan mereka dengan putranya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten