Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Bisnis

Kisah Pemilik Brand ‘Lucky Asian’ asal Kendari yang Menasional

0
0
Yayat, pemilik brand Lucky Asian.

Kendari – Bisnis clothing masih terbuka lebar untuk siapa pun yang ingin terjun didalamnya. Kisah sukses para pelaku bisnis clothing bisa menjadi inspirasi untuk tetap semangat membangun bisnis mesti dengan budget yang sangat terbatas. Salah satunya adalah cerita pria pemilik brand ‘Lucky Asian’ bernama Yayat.

Pemuda kelahiran Kota Kendari itu membangun brand miliknya sejak enam tahun silam, tepatnya pada april tahun 2014 lalu. Awalnya nama brand miliknya yaitu ‘Lucas’ namun setelah beberapa bulan ia mengubah menjadi ‘Lucky Asian’.

“Awalnya itu, namanya Lucas tapi saya ganti jadi lebih panjang menjadi Lucky Asian,” ucap Yayat kepada Jurnalis Kendariinfo.

Yayat, kini genap berusia 30 tahun. Pria kelahiran 22 November 1990 lalu itu ternyata sebelum meniti usahanya di bidang clothing line, pernah bekerja sebagai sales rokok, event organizer, hingga bekerja pada salah satu toko distro di Kota Kendari.

“Pas kuliah saya sambil kerja juga di Blackbox,” katanya.

Dari pengetahuan dan pengalamannya saat bekerja di toko distro itu pun membuatnya memutuskan untuk membuat brand miliknya sendiri.

‘Lucky Asian’ ia rintis sejak enam tahun lalu tepatnya di tahun 2014 di Kota Bandung, Jawa Barat sebagai kota untuk memproduksi semua artikel dari brandnya.

Bicara soal artikel yang telah dikeluarkan, ternyata ‘Lucky Asian’ milik Yayat telah menjual ribuan artikel mulai dari T-shirt, celana, jaket, tas, topi, hingga Keychain (gantungan kunci).

Diawal jualan, ia mengatakan cukup banyak kendala yang ia dapatkan. Mulai dari barang yang tidak layak jual dari produksi, ketersediaan bahan yang lama hingga ongkos pengiriman barangnya yang cukup tinggi.

“Awalnya cuma menawarkan ke orang-orang terdekat, seperti teman dan keluarga saja,” ujarnya.

Namun, selang beberapa tahun kemudian ia mulai memasarkan produknya ke beberapa toko di berbagai kota besar di Indonesia dengan bermodal kenalannya sewaktu masih bekerja di toko distro.

“Saya pernah jadi admin di toko distro, jadi teman-teman supplyer yang pernah mengirim barangnya ke toko saya hubungi lagi untuk jalin kerja sama,” imbuhnya.

Kesuksesan membangun brand miliknya, terbukti saat beberapa artikelnya laku keras dipasaran hingga ribuan pcs dalam waktu beberapa hari saja.

“Pernah berapa hari sebelum lebaran, sampai kurang lebih 1500-an baju itu habis dalam beberapa hari saja,” ungkapnya.

Kemudian, dirinya mengajak anak muda untuk ikut andil dalam mengambil peluang usaha di Sultra.

“Untuk anak muda, jika tidak mendapatkan pekerjaan, ayo ciptakan ladang pekerjaan untuk orang lain,” tutupnya.

Laporan: Abi

Penulis
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: