Kolaborasi Pemprov dan SCF Kelola Hutan Lestari Demi Kurangi Emisi Rumah Kaca di Sultra
Kendari – Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Yayasan Sulawesi Cipta Forum (SCF) berkolaborasi dalam pengelolaan hutan lestari melalui implementasi Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+).
Di antara tujuannya yakni pencegahan praktik illegal logging, kebakaran hutan dan lahan, aktivitas penambangan secara ilegal hingga konflik tenurial menjadi faktor deforestasi yang terjadi di Sultra demi mengurangi emisi rumah kaca.
Program Manager SCF, Sutrisno Absar mengatakan capaian penurunan emisi di sektor hutan dan lahan di Sultra masih sangat rendah, yakni hanya 0,1% dari total potensi 12,8 juta ton CO2eq pada tahun 2023. Sehingga tantangan terbesar dalam implementasi REDD+ di Sultra ini yakni pengawasan hutan yang dinilai masih lemah dan belum adanya pengawasan yang terstruktur.
Menurut dia, program ini berfokus pada peningkatan pengelolaan hutan-hutan yang mengalami degradasi dan deforestasi. Namun dari semua itu, kegiatan ini juga akan mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Jadi selain ekologinya, kita juga mendorong kesejahteraan masyarakat, secara sederhananya konsepnya bagaimana hutan itu lestari dan masyarakat itu sejahtera,” ungkap Sutrisno usai rapat kerja bersama Pemprov Sultra, Senin (17/2/2025).
Untuk itu, lanjut dia, perlu adanya pendampingan mulai dari pengembangan usaha pengelolaan komoditas hasil hutan, rehabilitasi hutan, mangrove di wilayah pesisir sampai peningkatan kesadaran adaptasi perubahan iklim seperti pengelolaan sampah agar bisa menjaga hutan tetap lestari.
Sementara, Pemprov Sultra melalui Bappeda Sultra merespons baik terkait program positif yang dilakukan oleh Yayasan SCF. Pihaknya berkomitmen mendukung penuh melalui kebijakan-kebijakan untuk keberpihakan di semua sektor penting dalam melaksanakan program-program tersebut.
“Tentunya kami sangat mendukung kegiatan ini, kita bisa bantu dengan APBD. Karena tidak semua sektor bisa tersentuh lewat anggaran program ini. Kemudian kami juga bisa dukung dengan kegiatan manajemen dan administrasi,” ujar Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Sultra, Umul Salihin.
Lewat kolaborasi ini, nantinya ada berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan Pemprov Sultra dan SCF dalam waktu dekat. Salah satunya Forest Reference Emission Level (FREL) dan Monitoring, Reporting, and Verification (MRV).
