Komplotan Pemalak Bersenjata di Kendari Water Sport Kabur Dikejar Polisi, Tinggalkan Sepeda Motor
Kendari – Tiga pria yang diduga komplotan pemalak bersenjata meresahkan pengunjung di kawasan Kendari Water Sport, Jalan Ir. H. Alala, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Aksi para pelaku berakhir dengan pengejaran oleh Tim Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sultra, namun ketiganya berhasil melarikan diri.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/7/2026) dini hari sekitar pukul 00.20 Wita setelah Tim Patroli Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sultra menerima laporan masyarakat terkait adanya aksi kejar-kejaran yang melibatkan sekelompok pemuda membawa senjata tajam (sajam), di kawasan Kendari Water Sport.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Namun saat tiba di lokasi, para pelaku berhasil melarikan diri,” ujar Komandan Tim (Dantim) Patroli Perintis Presisi Ditsamapta Polda Sultra, Bripka Boy Sagita saat dikonfirmasi Kendariinfo.
Polisi kemudian melakukan interogasi terhadap warga sekitar. Dari keterangan yang diperoleh, tiga pelaku datang ke kawasan Kendari Water Sport dengan berboncengan menggunakan sepeda motor.
Setibanya di lokasi, para pelaku diduga melakukan aksi pemalakan terhadap sejumlah pengunjung di kawasan tersebut.
“Dari informasi warga, ketiga pelaku memang sudah sering terlihat beroperasi di sekitar lokasi. Warga sebelumnya juga telah memantau gerak-gerik mereka karena diduga kerap melakukan aksi serupa,” kata Boy.
Hasil penyelidikan sementara juga mengungkap bahwa salah seorang warga berinisial IC (24) pernah menjadi korban aksi para pelaku, pada 29 Juni 2026. Saat itu, korban diduga dipalak sambil diancam menggunakan busur sehingga memilih menuruti permintaan para pelaku.
“Korban yang sebelumnya pernah menjadi sasaran pemalakan kemudian kami bawa ke Polresta Kendari untuk membuat laporan polisi sebagai dasar penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Saat proses pengejaran berlangsung, para pelaku meninggalkan satu unit sepeda motor di sekitar lokasi kejadian. Kendaraan tersebut kemudian diamankan sebagai barang bukti.
“Selain mengamankan sepeda motor yang diduga milik pelaku, kami juga terus melakukan penyelidikan dan pengejaran untuk mengungkap identitas serta menangkap ketiga pelaku,” tutup Boy.
