Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Konawe

Konkep dan Konsel Diguncang Gempa pada Dini Hari

0
0
Ilustrasi gempa bumi. Foto: Istimewa.

Konawe – Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) dan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) di Sulawesi Tenggara (Sultra) diguncang gempa bumi pada Kamis (6/11/2025) dini hari.

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa pertama dengan magnitudo 2,7 terjadi di wilayah Konawe Kepulauan (Konkep) pada pukul 00.32 Wita. Episenter gempa terletak pada koordinat 3,96 lintang selatan (LS) dan 122,70 bujur timur (BT), atau tepatnya di laut pada jarak 37 kilometer arah barat Konkep dengan kedalaman 4 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di sekitar wilayah Kabupaten Konawe,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Gempa tersebut dirasakan di Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, dengan skala intensitas II–III MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat guncangan tersebut. BMKG menegaskan gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami.

Sementara itu, gempa kedua dengan magnitudo 2,3 terjadi di wilayah Kabupaten Konsel pada pukul 00.56 Wita. Episenter gempa berada di darat, tepatnya di koordinat 4,29 LS dan 122,51 BT, atau sekitar 36 kilometer arah timur Konsel dengan kedalaman 3 kilometer.

BMKG menjelaskan, gempa kedua juga merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di sekitar wilayah Kabupaten Konsel. Guncangan dirasakan di Kecamatan Laeya dengan intensitas II–III MMI. Tidak ada laporan kerusakan, dan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Hingga pukul 01.30 Wita hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” tulis BMKG dalam rilisnya.

Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rudin, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” imbau Rudin.

Penulis
Editor Kata
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: