Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Korban Keracunan Massal di Kendari Bertambah Jadi 63 Orang

0
0
Sejumlah pasien yang keracunan massal di Kota Kendari saat menjalani perawatan. Foto: Istimewa. (11/1/2026).

Kendari – Jumlah korban dugaan keracunan massal di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) bertambah. Total korban yang menjalani penanganan medis mencapai 63 orang, Minggu (11/1/2026).

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan para korban dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan. Di antaranya RS Bhayangkara Kendari sebanyak 10 orang, RSUD Kota Kendari 16 orang, Puskesmas Puuwatu 10 orang, dan RS Antero Hamra 9 orang, sementara 18 lainnya dirawat di sebuah pesantren.

“Totalnya saat ini 63 orang, ada penambahan korban,” kata Welliwanto, Minggu (11/1).

Sejumlah pasien yang keracunan masal di Kendari saat menjalani perawatan. Foto: Istimewa. (11/1/2026).

Ia menjelaskan, tim medis dari masing-masing rumah sakit, dibantu Dokpol, terus melakukan penanganan secara intensif untuk memastikan kondisi para korban tetap stabil dan tertangani dengan baik.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti terjadinya keracunan massal tersebut. Polisi juga tengah mengumpulkan keterangan korban serta menelusuri sumber makanan yang diduga menjadi pemicu gangguan kesehatan.

Berdasarkan keterangan sementara, sejumlah korban mengaku tidak mengonsumsi makanan pada pagi maupun siang hari sebelum mengalami gejala. Para korban menyebut terakhir kali mengonsumsi makanan secara bersamaan pada malam hari saat menghadiri kegiatan di salah satu sekolah agama di Kota Kendari, Sabtu (10/1).

Dengan memperhatikan kesamaan waktu munculnya gejala serta jenis makanan yang dikonsumsi, untuk sementara sumber dugaan keracunan mengarah pada makanan yang disantap bersama pada kegiatan tersebut. Polisi memastikan akan menyampaikan perkembangan hasil penyelidikan lebih lanjut kepada publik.

Puluhan Orang Keracunan Massal di Kendari, Polisi Lakukan Penyelidikan

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: