Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Korban Keracunan Massal di Kendari Kembali Bertambah Jadi 73 Orang

Korban Keracunan Massal di Kendari Kembali Bertambah Jadi 73 Orang
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, saat mengecek pasien keracunan di Kendari. Foto: Istimewa.

Kendari – Jumlah korban dugaan keracunan massal di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali bertambah. Hingga Senin (12/1/2026), total korban yang menjalani penanganan medis akibat insiden tersebut mencapai 73 orang.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan penambahan jumlah korban mencapai 10 orang. Para korban saat ini dirawat di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Kendari, yakni RS Bhayangkara Kendari, RSUD Kota Kendari, Puskesmas Puuwatu, RS Antero Hamra, serta satu lokasi pesantren di Kendari.

“Totalnya saat ini 73 orang, ada penambahan 10 korban,” ujar Welliwanto.

Ia menjelaskan, seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara intensif dari tim kesehatan di masing-masing fasilitas, dengan dukungan dokter kepolisian (Dokpol). Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para korban tetap stabil serta mencegah munculnya komplikasi lanjutan.

Menurutnya, secara umum kondisi para korban berangsur membaik, meski masih ada beberapa pasien yang harus menjalani observasi lanjutan oleh tim medis.

Di sisi lain, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti terjadinya dugaan keracunan massal tersebut. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari pengumpulan keterangan korban, saksi, hingga penelusuran sumber makanan yang diduga menjadi pemicu gangguan kesehatan.

Berdasarkan keterangan sementara dari para korban, sebagian besar mengaku tidak mengonsumsi makanan pada pagi maupun siang hari sebelum mengalami gejala keracunan. Para korban menyebut terakhir kali menyantap makanan secara bersamaan pada malam hari saat menghadiri sebuah kegiatan di salah satu sekolah agama di Kota Kendari, Sabtu (10/1).

Baca Juga:  Kecelakaan di Desa Lamedai Tanggetada, 2 Pengendara Motor Luka Berat

Dengan adanya kesamaan waktu munculnya gejala serta jenis makanan yang dikonsumsi, dugaan sementara mengarah pada makanan yang disantap bersama dalam kegiatan tersebut. Meski demikian, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan sumber pasti keracunan.

Welliwanto menegaskan, pihaknya akan menyampaikan perkembangan terbaru hasil penyelidikan kepada publik setelah seluruh proses pemeriksaan rampung.

Korban Keracunan Massal di Kendari Bertambah Jadi 63 Orang

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten