Kota Kendari Terus Diguyur Hujan, Ini Penjelasan BMKG

Kendari – Hujan lebat yang mengguyur Kota Kendari sejak beberapa waktu lalu dan mengakibatkan beberapa titik terendam banjir diakibatkan oleh masifnya pembentukan awan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Prakirawan Maritim Kelas II Kendari, Faizal. Ia mengatakan faktor pembentukan awan itu cukup luas, baik dari skala ruang maupun waktu diakibatkan beberapa faktor. Salah satunya anomali suhu permukaan laut di wilayah Sultra, terutama di bagian Utara Kendari, Teluk Bone hingga Baubau terpantau cukup hangat.
“Kelembapan udara di lapisan rendahnya juga cukup tinggi ditambah lagi indeks labilitas udara kita yang cukup kuat, sehingga memengaruhi pembentukan awan-awan hujan di wilayah Sultra,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/3/2021).
Ungkapnya, hampir di seluruh wilayah Sultra memang terjadi peningkatan curah hujan. Mulai dari Kolaka, Bombana, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Utara, hingga Kendari. Lalu ada juga di bagian selatan seperti Baubau, Buton Selatan, Muna Barat, dan Muna.

“Memang kami prediksi satu minggu ke depan masih akan terjadi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Sultra, antara lain Wakatobi, Kendari, Konawe Selatan, Bombana, Kolaka, Konawe, Konawe Utara, Baubau, Buton Selatan, Buton Tengah dan Buton Utara,” terangnya.
Lebih lanjut, terpantau pembentukan awan yang cukup masif berada di wilayah utara, hingga pesisir timur Sultra mulai dari Konawe Selatan, Kendari, Konawe bagian timur dan Konawe Utara terjadi pembentukan awan pada malam hari.
“Perlu kita sadari saat ini kita masih memasuki musim hujan, sehingga peningkatan curah hujan masih akan terus berlangsung,” ucapnya.
Untuk puncak musim hujan di Sultra sendiri berbeda-beda. Kota Kendari berdasarkan pantauan BMKG akan terus terjadi Mei 2021 mendatang.
“Selain Kendari, kabupaten lain seperti Bombana, Muna, Muna Barat, Buton Tengah, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan puncak musim hujannya kami perkirakan Mei mendatang,” ungkapnya.
“Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi tensi bencana seperti banjir, longsor, angin kencang yang masih akan terus terjadi hingga musim hujan berakhir,” tutupnya.
Laporan: Fito





