Kronologis Bocah Tewas Tenggelam di Bendung Wawotobi
Konawe – Kepolisian Sektor (Polsek) Lambuya mengungkap kronologis kejadian bocah laki-laki yang meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang di Bendung Wawotobi, Desa Anggopiu, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (9/11/2022).
Kapolsek Lambuya, Iptu Asriady menuturkan, korban bernama Kadek Rai (7) itu merupakan warga Desa Talumbinga, Kecamatan Sabulakoa, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Dia menyebut, awalnya Kadek datang ke Bendung Wawotobi bersama sepupunya bernama Ketut Antari (19) dengan menggunakan sepeda motor.
“Korban dan sepupunya datang ke bendung untuk rekreasi. Sekitar pukul 13.00 WITA mereka sampai di bendung,” tutur Asriady kepada Kendariinfo melalui pesan WhatsApp.
Sesampainya di Bendung Wawotobi, Kadek langsung turun ke irigasi untuk berenang. Tidak lama kemudian, bocah yang masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD) itu meminta untuk dibelikan air minum kepada Ketut. Ketut pun pergi membelikan air mineral kemasan. Namun, saat kembali Kadek sudah tidak kelihatan di area pemandian.
“Sepupu korban langsung mendatangi pos jaga bendung untuk melaporkan hilangnya korban,” sambung Asriady.
Kemudian para penjaga atau pengelola tempat wisata yang berjumlah sembilan orang langsung melakukan pencarian dengan menyusuri irigasi tempat korban berenang.
Setelah dilakukan pencarian, Kadek akhirnya ditemukan tenggelam di kedalaman dua meter sekitar pukul 13.30 WITA dalam kondisi tidak sadarkan diri. Melihat kondisi Kadek, warga yang berada di Bendung Wawotobi lalu memberikan pertolongan pertama dengan cara memberikan napas buatan. Selanjutnya, Kadek dibawa ke rumah sakit BLUD Kabupaten Konawe menggunakan sepeda motor.
“Setiba di rumah sakit korban diberikan pertolongan medis, namun korban tidak tertolong. Tadi sekitar pukul 15.00 WITA jenazah korban dibawa ke rumah duka,” jelasnya.
Atas kejadian ini, personel Polsek Lambuya yang berada di lokasi kejadian langsung memasang garis polisi. Asriady mengimbau, agar para pengunjung khususnya para orang tua yang datang bersama keluarga harus lebih memperhatikan anak-anak saat berenang.
“Kepada pengunjung terutama para orang tua agar selalu menjaga anak-anaknya guna tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbaunya.
