Kronologis Penemuan Dua Nelayan Kolut yang Terombang-Ambing 34 Jam di Laut
Kolaka Utara – Tim Basarnas Kendari merilis penemuan dua nelayan asal Desa Pituala, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) yang terombang-ambing selama 34 jam di laut, Rabu (20/1/2021).
Kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi mengatakan keduanya adalah Dedi Rusli (40) dan Baso (15). Dia menyebut korban ditemukan nelayan lain asal Desa Lawata, Kecamatan Pakue Utara bernama Jamar.
“Dua org korban tersebut ditemukan oleh nelayan Desa Lawata atas nama Bapak Jamar pada pukul 13.00 WITA dalam keadaan lemas di atas perahu yang terombang-ambing di laut selama kurang lebih sehari semalam,” katanya.
Sementara, Baso saat ditemui jurnalis kendariinfo mengungkapkan keduanya terombang-ambing setelah mesin kapal yang mereka tumpangi rusak, Selasa (19/1) sekitar pukul 03.30 WITA.
“Pada pukul 03.30 WITA, ombak mulai besar. Saya coba menyalakan mesin, ternyata mesin saya rusak dan tidak bisa menyala. Sampai pukul 07.00 WITA, saya masih terombang-ambing di tengah laut,” ungkapnya.
Saat kembali memasuki malam, kata Baso hujan deras mulai mengguyur mereka. Keduanya lalu menurunkan layar sembari mendayung melawan ombak di lautan lepas.
“Masuk malam hujan dan kilat turun sangat deras. Saya mulai memasang layar sambil mendayung perahu, tetapi tetap tidak bisa karena ombak terus menghantam perahu saya,” katanya.
Sekitar pukul 11.00 WITA, usaha keduanya mulai menemukan titik terang setelah ada perahu nelayan yang mendekati mereka.
“Jam 10 pagi ada nelayan yang mendekat. Tapi tidak menolong kami. Jam 11 itu baru ada Pak Jamar dengan keponakannya yang menolong kami,” ujarnya.
Jamar kemudian membawa Dedi dan Baso ke rumahnya di Desa Lawata.
“Setelah mendengar Informasi saya dengan Rusli selamat. Saudara Rusli bernama Ramli kemudian mengabari Basarnas,” imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dedi dan Baso dilaporkan hilang saat mencari ikan di laut, Rabu (20/1).
Laporan: Ryan
