Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

Kunjungi 3 Negara Asia Tenggara, Mahasiswa IAIN Kendari Kenalkan Budaya Sultra

0
0
Para mahasiswa IAIN Kendari memperkenalkan makanan khas Sultra di salah satu sesi yaitu food booth di Thailand. Foto: Istimewa.

Kendari – Sebanyak 7 orang mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari mengunjungi 3 negara di Asia Tenggara yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand. Mereka adalah Iyar Farsyah, Ulfa Sulisiana Talin, Lusi Damayanti, Indri Ananda Hasanah, Siti Aisyah, dan Chindi Ega Wahyuningsih dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, kemudian Azzahrah Insawan Putri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Selama 10 hari mengelilingi 3 negara tersebut, para mahasiswa ini berkesempatan memperkenalkan beberapa budaya dari Sulawesi Tenggara (Sultra). Mulai dari makanan, hingga tarian dan juga lagu-lagu daerah.

Wakil Direktur Kantor Urusan Internasional (KUI) IAIN Kendari, Muhammad Kurniawan menjelaskan bahwa program yang diberi nama Students Mobility Program ini adalah program tahunan dari KUI IAIN Kendari.

Salah satu peserta program ini yaitu Indri Ananda Hasana saat mempresentasikan esainya. Foto: Istimewa.

“Terakhir kali dilaksanakan tahun 2019 tapi karena pandemi jadi baru ada lagi di tahun ini. Tujuannya bagi mahasiswa yaitu untuk memperkenalkan mahasiswa mengenai wawasan internasional, bagaimana mahasiswa di luar negeri belajar dan berinteraksi sosial,” kata Wawan, sapaan akrab Muhammad Kurniawan kepada Kendariinfo, Sabtu (3/12/2022).

Program ini berjalan dari tanggal 21 hingga 30 November 2022 lalu, dengan perincian yaitu 1 hari di Singapura, 4 hari di Malaysia, dan 5 hari di Thailand.

Wawan menjelaskan, pada program ini para mahasiswa sempat mengikuti students buddy yaitu mahasiswa IAIN Kendari dipasangkan dengan mahasiswa Thailand untuk belajar dan berkegiatan bersama-sama.

“Mahasiswa juga belajar untuk melakukan presentasi akademik dan memperkenalkan Sultra melalui pertunjukkan budaya,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu peserta program ini yaitu Indri Ananda Hasanah mengaku sempat mengajarkan beberapa hal dasar dalam bahasa Indonesia kepada mahasiswa asing di sana.

“Seperti bagaimana menyapa orang dalam bahasa Indonesia, mengajari huruf abjad sambil bermain, mengajari kata kerja maupun kata sifat. Di akhir session, ditutup dengan menyanyikan sebuah lagu dari Indonesia,” jelas mahasiswa yang akrab disapa Nanda ini.

Saat memperkenalkan budaya, Nanda menjelaskan bahwa ia dan kawan-kawannya melakukan presentasi esai serta penampilan budaya seperti tari Mondotambe, tari Lulo, lagu-lagu daerah dari Sultra, cerita rakyat, dan baca puisi.

“Kami mengunjungi 5 perguruan tinggi dan 2 sekolah Indonesia di luar negeri. Di sana kami mempresentasikan dan mengenalkan budaya yang ada di Sulawesi Tenggara. Kami juga memperkenalkan melalui makanan dan kerajinan tangan khas Sultra yang kami bawa, dan menjelaskan ke mereka mengenai barang tersebut,” imbuhnya.

Adapun beberapa judul esai yang mereka presentasikan, antara lain:

  1. Southeast Sulawesi’s Popular Culture oleh Lusi Damayanti.
  2. Popularity of the Biography Southeast Sulawesi Food, Sinonggi and Kasuami During the Pandemic oleh Iyar Farsyah.
  3. Southeast Sulawesi Buton Traditional Clothing oleh Siti Aisyah.
  4. Lariangi Dance and Traditional Game oleh Indri Ananda Hasanah.
  5. Poghiraha Adhara Muna’s Cultural Wealth in Southeast Sulawesi oleh Chindi Ega Wahyuningsih.
  6. Adat Karia as a Tradition of the Muna Community oleh Azzahrah Insawan Putri.
  7. Introduction Southeast Sulawesi and Its Natural Wealth oleh Ulfa Sulisiana.
Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Faizah Binti Awad saat menjalin kerja sama dengan Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia. Foto: Istimewa.

Dalam kesempatan itu, Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Faizah Binti Awad menjalin kerja sama yang tertuang dalam MoU bersama dengan 5 universitas dan 2 sekolah.

Saat kunjungan di Sekolah Indonesia – Singapura, Prof. Faizah menjelaskan pihaknya akan merancang mekanisme untuk penyelenggaraan kegiatan magang di luar negeri bagi mahasiswanya.

“Kami akan menyiapkan langkah-langkah konkret untuk menindaklanjuti rencana kerja sama yang sangat berharga bagi IAIN Kendari. Kerja sama ini akan menjadi sarana untuk mewujudkan internasionalisasi kampus serta memperkaya pengalaman belajar bagi mahasiswa dan mendorong mereka lebih adaptif terhadap pergaulan internasional di era globalisasi,” katanya.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: