Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Kuota Haji Indonesia 221 Ribu, Jatah Sultra Masih Tunggu Putusan Kemenag Pusat

Kuota Haji Indonesia 221 Ribu, Jatah Sultra Masih Tunggu Putusan Kemenag Pusat
Ilustrasi haji di Makkah. Foto: Pixabay.

KendariKementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) mendapat kuota sebanyak 221 ribu calon jemaah haji dari Pemerintah Arab Saudi tahun ini. Melihat jumlah kuota tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut masih menunggu keputusan Kemenag RI soal jatah kuota jemaah haji yang diproyeksikan untuk Sultra.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, Marni mengatakan pihaknya masih belum mendapat angka pasti berapa jemaah haji yang diproyeksikan untuk Sultra, sebab masih menunggu surat resmi dari pusat.

“Saat ini masih dalam tahap verifikasi, kita menunggu semoga minggu ini atau minggu depan itu sudah ada kuota,” katanya, Jumat (17/2/2023).

“Saat ini daftar tunggu calon jemaah haji untuk Sultra sudah ada 45 ribu orang,” tambahnya.

Pihak Kemenag Sultra memprediksi Sultra mendapat kuota kurang lebih 2.000 calon jemaah haji dari 45 ribu daftar tunggu tersebut. Calon jemaah haji yang akan diberangkatkan tentunya sesuai nomor urut kursi atau daftar tunggu, di mana tahun ini akan didominasi oleh lansia.

Hal itu terjadi karena adanya aturan Pemerintah Arab Saudi yang memberlakukan pembatasan usia maksimal 65 tahun pada keberangkatan haji 2021 lalu. Sehingga di tahun ini banyak lansia yang baru berangkat karena sebelumnya tertunda atau sebagai jemaah lunas tunda.

Calon jemaah haji lunas tunda yang tidak berangkat itu kurang lebih 65 ribu lansia dari seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Hari Amal Bakti ke-80, Gubernur Sultra Tekankan Peran Kemenag Hadapi Tantangan AI

“Bukan memprioritaskan lansia, kita berdasarkan nomor kursi dan regulasi yang turun pada saat itu. Nah yang sekarang itu, tidak ada lagi pembatasan usia, otomatis calon jemaah haji 2021 – 2022 yang tertunda kurang lebih 3 tahun itu yang berangkat,” jelasnya.

“Bukan yang lansia baru-baru mendaftar langsung diberangkatkan, bukan itu, karena sudah waktunya diberangkatkan. Ketika ada kuota baru dibagi, berapa orang yang siap dan masuk, lansia berapa dan lainnya,” tutupnya.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten