Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Headline

Lewat Inovasi “Ingoni Play Box”, Tim UHO Kendari Sabet Gold Medal dan 1st Winner di ISS 2026 di Malaysia

Lewat Inovasi “Ingoni Play Box”, Tim UHO Kendari Sabet Gold Medal dan 1st Winner di ISS 2026 di Malaysia
Peraih Gold Medal dan 1st Winner di Essay Competition 2nd International Student Summit (ISS) 2026, Ahmad Rijal Hanif dan Nur Ilmi Khair, di Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: Istimewa. (14/2/2026).

Kendari – Dua mahasiswa asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), bernama Ahmad Rijal Hanif dan Nur Ilmi Khair berhasil meraih Gold Medal dan 1st Winner di Essay Competition 2nd International Student Summit (ISS) 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Sentosa Foundation ini digelar pada Sabtu (14/2/2026) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Ahmad dan Nur merupakan satu tim yang mewakili Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Ahmad berstatus mahasiswa Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Sementara itu, Nur berstatus mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Keduanya berkolaborasi mempersembahkan esai berjudul “Ingoni Play Box a Hybrid Gamified Learning Model for Sexual Violence Prevention Among Children with Intellectual Dissabilities”.

Ahmad menyampaikan bahwa esai yang mereka tulis berisi media pembelajaran untuk pencegahan pelecehan seksual di kalangan anak-anak disabilitas.

“Ini tentang media pembelajaran untuk pencegahan pelecehan seksual terhadap anak dengan disabilitas intelektual,” ujarnya kepada Kendariinfo, Selasa (17/2).

Ahmad dan Nur awalnya tidak yakin akan lolos ke final. Kejuaraan yang diraih diakui di luar ekspektasi. Keduanya hanya berniat memperkenalkan Ingoni Play Box yang merupakan inovasi alat peraga edukatif berbasis kotak permainan di kancah internasional.

“Hasil dari lomba ini sebenarnya melebihi ekspektasi kami, karena kami pribadi tidak yakin akan bisa masuk final. Rupanya ternyata bisa. Tetapi, harapan sebenarnya, kami hanya ingin memperkenalkan Ingoni Play Box di kancah internasional, alhamdulillah lebih dari itu,” jelas Ahmad.

Baca Juga:  Terbitkan Surat Edaran UU ITE, Kapolri: Tersangka Tak Ditahan Jika Minta Maaf

Tim tersebut melakukan persiapan sejak Desember 2025. Ahmad mengaku, tantangan tersulit adalah pendanaan. Namun, ia bersyukur memperoleh dukungan dari kampus yang mereka wakili.

“Kami persiapan sejak bulan 12. Yang paling sulit itu mencari pendanaan. Tetapi, alhamdulillah pihak kampus support,” ungkapnya.

Ahmad menyebutkan tiga poin yang harus dikuasai dalam menulis esai, yakni masalah, urgensi, serta ide atau solusi. Ketiga poin tersebut diakui ampuh mempertajam isi esai yang disusun.

“Untuk menulis esai kita harus punya tiga hal, yakni masalah, urgensi, dan ide atau solusi sehingga mapping esainya kita jelas,” pungkasnya.

Nah sekarang Makin Tahu Indonesia kan!!

Penulis
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten