Lomba Tari Jadi Salah Satu Agenda pada HUT ke-192 Kendari, Simak Kriteria Cara Daftarnya

Kendari – Lomba tari yang terdiri atas, lulo tradisional, tari lariangi, dan tari mondotambe akan menjadi salah satu agenda pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-192 Kota Kendari. Panitia lomba menjelaskan beberapa kriteria hingga cara pendaftaran lomba yang akan dilaksanakan pada Mei 2023 mendatang.
Ketua panitia lomba tari, Adriana M mengatakan, pendaftaran lomba tersebut mulai dibuka hari ini sampai dengan 1 Maret 2023 mendatang.
Lomba lulo tradisional diperuntukkan kepada masyarakat umum antar-kecamatan di Kota Kendari. Kemudian tari lariangi diperuntukkan pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan tari mondotambe untuk tingkat Sekolah Dasar (SD).
Calon peserta lomba yang ingin mengikuti lomba bisa mendaftarkan timnya dengan datang langsung di Kantor Sekretariat DPRD Kota Kendari melalui panitia yang ditugaskan.
“Jadi kami rencanakan sebelum libur Ramadan sudah dilaksanakan technical meeting, sehingga peserta ada waktu untuk latihan. Karena biasanya kan saat puasa Ramadan latihan kurang maksimal. Sehingga setelah puasa dan lebaran para peserta dapat tampil dalam lomba pada 3 sampai 5 Mei di panggung Kendari Expo 2023,” ungkapnya, Senin (13/2/2023).
Dia menambahkan, bagi peserta yang hendak mengikuti lomba tersebut tidak ada pembatasan jumlah pendaftar, terkhusus umum dan tingkat SMP. Namun untuk tingkat SD dibatasi, mengingat jumlah SD di Kota Kendari sangat banyak.
Dalam lomba tersebut terdapat tiga penilaian yang akan diterapkan oleh dewan juri di antaranya wirasa, wiraga, dan wirama. Kemudian bagi peserta yang memenangkan lomba akan diberikan piala, piagam, sertifikat, dan uang pembinaan.
“Kalau sertifikat mungkin itu yang kita prioritaskan. Apalagi itu sudah ditandatangani oleh Pj. Wali Kota akan berguna sekali bagi pelajar. Jadi jika dia mau lanjut di sekolah yang lebih tinggi bisa melalui jalur prestasi. Sehingga setiap peserta kita upayakan dapat sertifikat,” jelasnya.
Selain itu, dia menyampaikan kriteria awal yang harus dipenuhi oleh peserta lomba lulo tradisional yaitu harus menggunakan gong, dan tidak diperkenankan menggunakan rekaman alat musik.
“Sekarang banyak orang lulo pake lagu dangdut dan sebagainya. Jadi harus live dan musiknya diiringi oleh gong,” bebernya.
“Ini kita lakukan untuk membudayakan kembali budaya-budaya lokal kita yang sudah lama ditinggalkan. Apalagi sekarang lulo kita sudah banyak menggunakan musik dangdut jadinya budaya itu sudah mulai terlupakan. Sehingga kita akan kembalikan makna yang sebenarnya,” pungkasnya.





