Mahasiswa Lanny Jaya Tak Mampu Bayar Kontrakan di Kendari, Pemkab Diminta Segera Beri Solusi
Kendari – Sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan dalam Ikatan Mahasiswa Lanny Jaya (IM-LJ) terpaksa angkat kaki dari rumah kontrakan mereka di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), setelah masa sewa berakhir dan belum diperpanjang. Mereka meninggalkan kontrakan mereka sejak Senin (3/8/2026).
Tokoh pemuda Lanny Jaya, Roni Yoman, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya segera turun tangan mencarikan solusi agar para mahasiswa dapat kembali memiliki tempat tinggal dan melanjutkan perkuliahan dengan tenang.
Menurut dia, para mahasiswa saat ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah agar dapat kembali menjalani aktivitas perkuliahan dengan tenang.
“Sekitar 16 orang adik-adik kita menunggak pembayaran. Mahasiswa ini adalah generasi penerus Kabupaten Lanny Jaya. Pemerintah daerah harus segera hadir memberikan solusi atas persoalan tempat tinggal yang mereka hadapi agar proses pendidikan mereka tidak terganggu,” kata Roni Yoman saat dikonfirmasi Kendariinfo, Jumat (7/8/2026).
Ia mengatakan pengurus organisasi mengaku sebelumnya telah mengajukan permohonan bantuan perpanjangan kontrak kepada Pemkab Lanny Jaya, namun hingga kini belum memperoleh respons.
Akibat belum adanya kepastian tersebut, pemilik rumah meminta para mahasiswa mengosongkan kontrakan dan mengeluarkan seluruh barang-barang mereka. Saat ini, para mahasiswa untuk sementara menumpang di kontrakan Perkumpulan Mahasiswa Tolikara (PMT).
Roni menilai kondisi tersebut tidak seharusnya terjadi karena keberlangsungan pendidikan mahasiswa merupakan tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah daerah.
“Jangan sampai mahasiswa yang sedang berjuang menempuh pendidikan justru kehilangan tempat tinggal. Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, baik melalui bantuan biaya kontrakan maupun penyediaan tempat tinggal sementara,” ujarnya.
Ia meminta Pemkab Lanny Jaya segera memberikan solusi agar mahasiswa asal daerah tersebut dapat kembali fokus mengikuti perkuliahan tanpa dibebani persoalan tempat tinggal.
