Mahasiswa UHO Kendari Ambil Peran Dukung Indonesia Emas 2045 di Sektor Perikanan
Kendari – Mahasiswa Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) ikut mengambil peran dalam mendukung Indonesia Emas 2045 di sektor perikanan dan kelautan. Hal itu dilakukan dengan menggelar diskusi “Peran Generasi Z dalam Mendukung Indonesia Maju Perikanan Emas 2045” di Aula FPIK UHO, Sabtu (18/11/2023).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra, La Ode Kardini, menjadi pemateri dalam diskusi tersebut. Dia menekankan pentingnya menjaga ekosistem laut. Kardini khawatir kebiasaan-kebiasaan masyarakat mengelola lingkungan berdampak buruk dalam jangka panjang, seperti penggunaan batu karang sebagai material bangunan di sekitar laut.
“Saat ini pembangunan masih menggunakan batu karang. Bahkan membuat kapur saja harus membakar batu karang. Kebiasaan ini tentu merusak lingkungan perairan,” ujar Kardini.
Generasi Z yang diprediksi memasuki usia produktif pada 2045 pun harus mempersiapkan diri sejak dini. Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan, Sabir, yang menginisiasi diskusi menyadari hal tersebut. Menurut Sabir, generasi Z akan menjadi tongkat estafet kepemimpinan ke depan untuk menjaga sektor perikanan dan kelautan berkelanjutan.
“Siapa lagi yang memikirkan perikanan dan kelautan berkelanjutan, kalau bukan generasi Z, terutama kalangan mahasiswa. Itu kita perlu pikirkan, karena generasi Z menjadi tongkat estafet kepemimpinan ke depan,” kata Sabir.
Selain pengembangan diri, generasi Z ditantang dalam pembangunan teknologi berkelanjutan, advokasi dan kesadaran lingkungan, kolaborasi serta kemitraan lintas generasi di sektor perikanan. Poin-poin itu sama pentingnya bagi generasi Z untuk mendukung sektor perikanan dan kelautan yang berkelanjutan.
“Generasi Z akan bekerja sama dengan generasi sebelumnya, ahli, dan praktisi yang lebih berpengalaman di bidang kelautan dan perikanan. Dengan kolaborasi lintas generasi itu, generasi Z mendapatkan pengetahuan serta pengembangan ide-ide baru dalam mengatasi masalah yang kompleks,” ungkapnya.
Penulis: Cilvianti La Ali (Magang)
