Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Mahasiswa UHO Kendari Juara 1 Lomba Video Revolusi Mental oleh Kemenko PMK

Mahasiswa UHO Kendari Juara 1 Lomba Video Revolusi Mental oleh Kemenko PMK
Menko PMK, Muhadjir Effendy saat menyerahkan hadiah juara 1 lomba video revolusi mental kepada M. Ridha Hidayat A. Foto: Istimewa.

Kendari – Mahasiswa asal Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari bernama M. Ridha Hidayat A. menjadi juara 1 pada lomba video revolusi mental yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta pada 21 Desember 2022 lalu.

Saat dihubungi Kendariinfo, Senin (26/12/2022) pemuda yang akrab disapa Yayat ini menjelaskan, dalam lomba itu penilaian utamanya terdapat pada kesesuaian tema dan alur cerita. Videonya berhasil mengalahkan ratusan video lainnya dari seluruh Indonesia.

“Untuk konsep saya yang bikin sendiri. Inspirasi dari akhir-akhir ini banyak kejadian bencana alam di Indonesia. Terus banyak juga orang Indonesia yang gotong royong untuk beri bantuan. Jadi saya buat konsep cerita dari sudut pandang orang desa yang beri bantuan untuk korban bencana alam. Karena sudah terlalu sering kita melihat orang-orang kota yang melakukan itu,” jelasnya.

Yayat membuat video animasi berjudul “Pesan Bapak” yang diunggah di akun TikTok pribadinya @oyatt2. Video animasi tersebut bercerita tentang karakter Dimas yang mendapat pesan baik dari ayahnya.

“Karakter dimas di sini menjadi penggerak untuk perubahan. Dia seperti itu karena selalu ingat pesan bapaknya untuk selalu bisa bermanfaat untuk orang banyak. Maka dari itu untuk judul videonya sendiri saya kasih judul ‘Pesan Bapak’,” imbuhnya.

“Dalam pembuatan video ini saya tidak sendiri sebenarnya. Karena saya tau kekurangan saya yaitu lama dalam merangkai kata-kata, jadi saya meminta bantuan pada teman saya yaitu Yuni untuk membantu dalam menyusun naskahnya,” lanjutnya.

Baca Juga:  Siap-Siap! UHO Kendari Buka Seleksi Mandiri 14 Juni, Ini Cara Daftarnya

Yayat mengungkapkan bahwa pengerjaan video ini memakan waktu sampai 3 hari. Pengerjaan itu meliputi menggambar, edit, dan voice over. Yayat juga mengaku langsung sakit setelah pembuatan video tersebut.

“Karena hampir tidak ada jeda untuk istirahat dan full saya lakukan hanya menggambar dan mengedit. Alhamdulillah semua itu terbayar dengan menjadi juara 1,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten