Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Mahasiswa yang Diterima di Universitas Oxford Klarifikasi soal Kelulusannya

Mahasiswa yang Diterima di Universitas Oxford Klarifikasi soal Kelulusannya
Ilustrasi penipuan online. Foto: Pixabay.

Konawe Kepulauan – Aspin, mahasiswa asal Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra) yang diterima di Universitas Oxford, Inggris mengklarifikasi soal informasi tersebut. Ia mengatakan, bahwa kelulusannya di salah satu universitas bergengsi di dunia itu tidak benar.

Anak dari pasangan Suaib dan Mastia yang sementara melanjutkan S2 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini diduga telah menjadi korban penipuan. Dia mengaku mendapat link di internet yang mengiming-imingi kesempatan untuk lulus ke universitas ternama di dunia dengan mudah.

“Awalnya sekitar akhir bulan Februari saya sedang scroll-scroll di internet dan menemukan link yang menawarkan kita bisa masuk di universitas ternama di dunia dengan mudah, atau dengan pengetahuan Bahasa Inggris yang masih dasar,” kata Aspin kepada Kendariinfo, Minggu (24/7/2022).

Aspin, anak petani yang lolos di Universitas Oxford, Inggris.
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Aspin. Foto: Istimewa.

Tergiur dengan tawaran itu, Aspin mencoba mendaftarkan diri melalui link tersebut dan mengisi data diri. Selang beberapa minggu, ia kemudian dihubungi untuk membayar sejumlah uang sebagai syarat pendaftaran.

“Setelah beberapa minggu ada nomor baru masuk di WhatsApp saya kalau belum membayar untuk pendaftaran, nominalnya sekitar Rp3 juta rupiah, katanya nanti diluluskan,” tuturnya.

Aspin kemudian menerima email pada bulan Juli 2022 bahwa ia diterima pada Universitas Oxford, namun karena ia telah mengganti nomor WhatsApp dan handphone, sehingga ia tak bisa menunjukkan bukti tautan yang dimasuki ketika melakukan pendaftaran tersebut. Atas penipuan tersebut, Aspin akan melapor ke polisi.

Baca Juga:  Wakili Kendari, 12 Atlet Kempo Dikirim ke Jawa Tengah Mengikuti Kejurnas

Informasi palsu kelulusan Aspin diketahui setelah salah seorang mahasiswa Universitas Oxford, Wa Ode Dwi Daningrat. Dwi memberitahukan hal itu melalui direct message (DM) ke akun Instagram Kendariinfo, bahwa terdapat beberapa kejanggalan dalam surat penerimaan (offering letter) Aspin.

“Kalau certificate of offer (LoA) atau surat kelulusan dari Oxford itu harusnya ada condition (syarat) yang harus dipenuhi sebelum Oxford kasih final certificate of offer (LoA final),” ujarnya, Rabu (20/7).

Selain itu, Dwi memberikan informasi kejanggalan lain seperti bentuk surat penerimaan yang terlihat telah diedit dan kesalahan dalam penggunaan grammar Bahasa Inggris.

“Di surat tersebut juga terlihat email, tanggal, dan namanya diedit, tidak sama dengan font dan ukuran yang ada di isi suratnya. Font-nya tidak konsisten,” ujarnya.

Aspin telah menghubungi Redaksi Kendariinfo setelah mengetahui dirinya tertipu. Karena telah terjadi kesalahan, Redaksi Kendariinfo yang sebelumnya menayangkan berita dengan judul “Anak Petani asal Konawe Kepulauan Diterima di Universitas Oxford Inggris” telah menghapus konten tersebut.

Redaksi meminta maaf secara umum kepada seluruh pembaca Kendariinfo. Redaksi Kendariinfo menemukan kesalahan dalam proses verifikasi informasi terkait konten tersebut. Oleh karena itu, Redaksi Kendariinfo telah melakukan tindakan internal yang diperlukan dan berkomitmen agar peristiwa serupa tidak terulang.
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten