Mahasiswi asal Madagaskar Raih Sarjana di IAIN Kendari: Sudah Makan Sinonggi dan Belajar Bahasa Tolaki
Kendari – Momen haru mewarnai pelaksanaan Wisuda ke-XIV Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari saat mahasiswi asal Madagaskar, Ratianarimamy Niriko Elysa berhasil meraih gelar sarjana dari Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) dengan IPK 3,61 (amat baik).
Elysa bahkan mengungkapkan kebahagiaannya bisa beradaptasi dengan budaya lokal, termasuk mencicipi makanan khas Sulawesi Tenggara (Sultra), sinonggi, dan belajar bahasa Tolaki selama menempuh studi di Kendari.
Kegiatan wisuda yang berlangsung di Ballroom Gedung Multimedia IAIN Kendari pada 29 dan 30 Oktober 2025 itu diikuti 1.206 lulusan, terdiri atas 1.127 sarjana dan 79 magister. Namun, kisah Elysa menjadi sorotan karena perjuangannya menuntut ilmu jauh dari tanah kelahiran berbuah manis.
Dalam penyampaian pesan dan kesan, Elysa menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada seluruh civitas akademika yang telah mendukung perjalanannya di Indonesia.
“Saya berterima kasih kepada IAIN Kendari yang telah memberi kesempatan untuk menimba ilmu di kampus ini. Saya belajar banyak tentang budaya Indonesia, khususnya Kendari. Contohnya, saya sudah makan sinonggi dan sudah bisa berbahasa Tolaki juga,” tuturnya sambil tersenyum bahagia, Kamis (30/10/2025).
Mahasiswi yang menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 2 bulan itu mengaku banyak belajar, tidak hanya secara akademik tetapi juga tentang kehidupan sosial dan budaya masyarakat Kendari. Ia pun memberi semangat kepada rekan-rekannya agar terus berjuang meraih cita-cita.
“Selamat untuk kita semua. Semoga sukses dalam melangkah ke depan,” ujarnya menutup pesan dengan optimis.
Suasana wisuda makin mengharukan ketika rekan-rekan Elysa dari Prodi Tadris Bahasa Inggris mempersembahkan lagu Andaikan Kau Datang Kembali sebagai bentuk penghormatan dan perpisahan. Sejumlah wisudawan tampak menitikkan air mata saat lagu itu dinyanyikan.
Rektor IAIN Kendari, Prof. Husain Insawan, menyampaikan apresiasi atas capaian Elysa yang dinilai menjadi contoh semangat belajar lintas negara.
“Kami bangga atas pencapaian Elysa, mahasiswi asal Madagaskar yang berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 2 bulan. Ini adalah bukti kesungguhan, disiplin, dan semangat belajar yang luar biasa,” ungkapnya.
