Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Malam Puncak Milad ke-25 UM Kendari, Mahasiswa Kenya Dinobatkan Jadi Duta Literasi

0
0
Wakil Gubernur Sultra, Hugua saat menyerahkan penghargaan kepada Duta Literasi UM Kendari yang dianugerahkan kepada mahasiswa internasional asal Kenya, Denis. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (30/9/2026).

Kendari – Mahasiswa asal Kenya, Denis, dinobatkan sebagai Duta Literasi Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari dalam Malam Puncak Milad ke-25 UM Kendari di halaman Rektorat UM Kendari, Rabu (30/9/2026) malam.

Denis merupakan mahasiswa Program Studi Teknologi Pertambangan, Fakultas Teknik UM Kendari. Ia terpilih setelah menjadi mahasiswa yang paling rajin mengunjungi perpustakaan.

Penobatan Denis menjadi salah satu rangkaian Malam Puncak Milad ke-25 UM Kendari. Selain Duta Literasi, acara tersebut juga diisi pengumuman pemenang lomba tingkat universitas dan lomba esport tingkat SMA.

Malam Puncak Milad ke-25 Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari di halaman Rektorat UM Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (30/9/2026).

Pada kategori mahasiswa, Tim Program Studi Ilmu Hukum meraih juara I. Juara II ditempati Tim Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, juara III diraih Tim Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, dan juara IV diraih Tim Program Studi Manajemen.

Sementara pada kategori pelajar, SMAN 5 Kendari keluar sebagai juara I. Posisi juara II ditempati SMAN 1 Kendari, juara III diraih SMKN 4 Kendari, dan juara IV menjadi milik SMAN 11 Kendari.

Pada kesempatan itu, Rektor UM Kendari, Muhammad Nurdin, mengatakan kampus telah menghadapi berbagai tantangan selama 25 tahun perjalanan, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan program studi.

Nurdin mengatakan perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, perubahan kebutuhan dunia kerja, dan persaingan global membuat perguruan tinggi harus terus beradaptasi.

“Universitas Muhammadiyah Kendari tidak boleh hanya menjadi institusi yang menghasilkan lulusan, tetapi harus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi riset, kewirausahaan, dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat,” kata Nurdin.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, mengatakan ketahanan pangan, energi, dan air menjadi tiga hal penting yang perlu mendapat perhatian.

“Pertama ketahanan pangan. Kalau kita sudah punya cukup pangan, maka prioritas pertama sudah bisa kita survive. Yang kedua adalah ketahanan energi,” kata Hugua.

Ia juga mengajak civitas academica Muhammadiyah dan kalangan akademisi untuk ikut menjaga lingkungan melalui penanaman pohon.

“Ayo kawan-kawan dari seluruh civitas academica Muhammadiyah dan seluruh akademisi, ayo kita tanam pohon. Bila perlu kalau pohon tidak penting untuk ditebang, jangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Hugua juga menyampaikan peluang pemberian beasiswa dari Asian Muslim Charity Foundation untuk masyarakat Bajo di Sulawesi Tenggara (Sultra). Ia mengatakan beasiswa tersebut sebelumnya diarahkan ke Makassar, tetapi kemudian diupayakan agar dapat menjangkau penerima di Kendari.

“Kalau kita beasiswakan di Kendari mungkin lebih banyak cakupannya daripada ke Makassar,” pungkasnya.

Editor Kata
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: