Masih Langka di Pasar, Warga Kendari Produksi Minyak Goreng Sendiri

Kendari – Imbas dari kelangkaan minyak goreng di pasaran membuat Sartini (23), warga Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisiatif memproduksi minyak goreng.
Saat dihubungi Kendariinfo, Sartini (23) menjelaskan, keresahannya terhadap dampak dari sulitnya mendapatkan minyak goreng, terlebih ia sangat membutuhkan minyak goreng untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kebetulan tanteku setiap pagi menjual nasi kuning, namun minyak goreng agak susah didapat dan jikalau dapat harganya mahal. Jadi saya inisiatif bikin minyak goreng sendiri,” jelasnya kepada Kendariinfo, Jumat (11/3/2022).

Dia mengatakan, saat ini jika ingin mendapatkan minyak goreng per liter dia harus memenuhi minimal belanja di swalayan tertentu.
“Kalau di swalayan tertentu biasanya harus penuhi minimal belanja, saya harus belanja Rp50.000 sampai Rp70.000 supaya bisa dapat 1 liter minyak goreng,” katanya.
Hal itu pula yang membuatnya tergerak memproduksi minyak goreng sendiri. Untuk mendapatkan 1 liter minyak goreng dirinya menggunakan 10 butir kelapa yang dia dapat dari kebun miliknya, kemudian akan melewati beberapa proses pengolahan.
“Butuh waktu sekitar 2 jam untuk mendapat kurang lebih 1 liter minyak goreng. Prosesnya terlebih dahulu kelapa dipisahkan dari kulitnya, kemudian diparut dengan parutan yang kebetulan ada di rumah jadi tidak keluar biaya lagi, setelah itu diperas, lalu diambil santannya, terakhir direbus hingga air dan minyak terpisah,” tuturnya.
Dia melanjutkan, hasil dari olahan tersebut tidak kalah dengan minyak goreng pada umumnya, bahkan dia mengeklaim minyak yang dihasilkan lebih harum.
“Saya menggunakan kompor seribu sumbu, jadi agak cepat proses pembuatannya, kalau saya hitung-hitung masih lebih untung bikin minyak sendiri, kemudian minyaknya juga wangi dan tidak cepat menguning meski sudah dipakai menggoreng,” lanjutnya.
Wanita lulusan Ilmu Kelautan di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari itu berharap, agar persoalan minyak goreng ini segera bisa diatasi dan kembali seperti sediakala.
“Harapanku semoga sudah tidak ada oknum yang sengaja timbun minyak apalagi sampai ambil keuntungan besar, semoga harga minyak kembali normal,” harapnya.





