Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Masuk Musim Pancaroba, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Sultra

Masuk Musim Pancaroba, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Sultra
Ilustrasi cuaca buruk di Jembatan Teluk Kendari. Foto: Aldi/Kendariinfo. (15/1/2021).

Kendari – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut sebagian wilayah Indonesia akan memasuki musim pancaroba atau periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau mulai akhir Maret 2021.

Namun saat masa peralihan, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan, beberapa fenomena cuaca ekstrem yang harus diwaspadai masyarakat adalah hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Menurut Guswanto, hal itu disebabkan fenomena Monsun Asia yang masih cukup aktif dan fenomena La Nina belum berakhir.

“Hasil analisis dinamika atmosfer laut dari BMKG menunjukkan bahwa fenomena La Nina masih dapat berlangsung hingga Mei 2021 mendatang. Di mana kondisi tersebut masih dapat berkontribusi pada peningkatan massa udara basah dan lembab. Sementara fenomena Monsun Asia yang masih cukup aktif dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan,” katanya, Jumat (12/3/2021).

Dinamika atmosfer dan fenomena Gelombang Rossby Ekuatorial juga meningkatkan pembentukan awan hujan dalam sepekan ke depan.

“Dinamika atmosfer yang diidentifikasi masih dapat berkontribusi cukup signifikan terhadap pembentukan awan hujan. Hal tersebut diperkuat dengan adanya fenomena Gelombang Rossby Ekuatorial yang diprediksikan masih cukup aktif,” ujarnya.

Guswanto menjelaskan, ada 22 daerah yang berpotensi akan dilanda cuaca ekstrem saat musim pancaroba kali ini, termasuk Sulawesi Tenggara (Sultra).

Meski begitu, Guswanto mengungkapkan, cuaca ekstrem saat peralihan musim merupakan sesuatu yang umum terjadi. Namun dia tetap mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap dampak yang akan ditimbulkan dari kondisi itu.

Baca Juga:  3 Ban Mobil Anggota Polri Dicuri di Perumahan Kendari

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yaitu puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan lain-lain. Berhati-hati pula terhadap dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin selama memasuki masa pancaroba tahun ini,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten