Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Menengok Keindahan Objek Wisata Waburi Park di Gaya Baru Buton Selatan

0
0
Landscape Waburi Park di Desa Gaya Baru, Busel. Foto: Istimewa.

Buton Selatan – Destinasi wisata Waburi Park menjadi salah satu primadona di Kabupaten Buton Selatan (Busel). Destinasi yang berada di Desa Gaya Baru ini memamerkan keindahan alam dari sudut lain Pulau Buton.

Desa Gaya Baru dalam beberapa tahun belakangan ini memang berubah. Desa yang terletak di Kecamatan Lapandewa, Kabupaten Busel ini tengah serius membenahi salah satu potensi wisata yang dimilikinya.

Diinisiasi swadaya masyarakat yang digerakkan oleh kepala desanya kala itu, seorang wanita, Wa Aua membangun fasilitas wisata yang diberi nama Waburi Park. Kekayaan budaya dan tradisi, potensi hasil laut yang melimpah, dan pemandangan laut dari tepian bibir tebing adalah primadonanya.

Landscape Waburi Park di Desa Gaya Baru, Busel. Foto: Istimewa.

Kawasan yang dulunya hanya berupa hamparan padang berbatu yang tandus, kini ramai dikunjungi orang. Fasilitas wisata itu dikelola oleh badan usaha milik desa (bumdes) bekerja sama dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis).

Menurut Wa Aua, rata-rata dalam sehari sekira seratus orang berkunjung ke Waburi Park. Para pengunjung ini berasal dari desa ataupun kecamatan tetangga. Pada hari tertentu seperti akhir pekan, pengunjung dari kabupaten lain juga datang, hingga dari daerah lain di luar Sulawesi Tenggara. Bahkan sejak berdirinya Waburi Park telah menjadi tempat penyelenggaraan acara pernikahan yang menawarkan suasana alam terbuka.

Pengelola menarik retribusi sebesar Rp5 ribu per orang untuk masuk ke kawasan ini, dan dapat menikmati seluruh fasilitas yang ada secara gratis, termasuk gazebo, toilet, dan tempat salat (musala). Bagi yang mau menikmati makan minum, dapat membelinya pada gerai-gerai kuliner yang ada di sana.

“Gerai-gerai ini disewakan ke masyarakat desa. Setiap hari mereka dikenakan biaya retribusi sepuluh ribu rupiah,” jelas Wa Aua.

Landscape Waburi Park di Desa Gaya Baru, Busel. Foto: Istimewa.

Dijelaskan, mereka yang berjualan di gerai ini berasal dari masyarakat dengan penghasilan keluarga yang tidak memadai. Diharapkan, usaha mereka dapat membantu perekonomian keluarga.

Wa Aua menggambarkan salah satu kondisi kemiskinan yang melanda warganya hingga terpaksa merantau ke Maluku Tenggara dan ikut kapal penangkap ikan selama enam bulan bekerja. Setelah kembali, mereka hanya mampu membawa pulang Rp500 ribu per orang.

“Kelompok masyarakat inilah yang kita akomodir untuk berusaha di gerai-gerai ini. Mereka sangat bersyukur diberi kesempatan berjualan di Waburi Park,” tambahnya.

Landscape Waburi Park di Desa Gaya Baru, Busel. Foto: Istimewa.

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Belli, yang berkesempatan berkunjung ke Waburi Park, Jumat (10/11/2023), sangat mengapresiasi upaya Desa Wisata Gaya Baru untuk mengentaskan kemiskinan masyarakatnya.

Dia mengatakan, esensi pariwisatanya sesungguhnya adalah penguatan ekonomi masyarakat. Pariwisata yang baik adalah pariwisata yang memberi ruang kreasi bagi masyarakat sekitarnya. Masyarakat turut ambil bagian dalam ruang-ruang ekonomi yang dihela oleh pariwisata.

“Waburi Park menjadi contoh bagaimana peran pariwisata menanggulangi kemiskinan, bahkan kemiskinan ekstrem sekali pun,” tegasnya.

Apalagi Desa Gaya Baru memiliki keunikan tersendiri dari sisi sosiokultural. Jika berkunjung ke desa ini, kaum perempuan akan lebih banyak ditemui dibanding kaum laki-laki. Hal ini disebabkan, lelaki di desa ini berprofesi sebagai nelayan yang waktunya habis digunakan untuk melaut.

Akibatnya, peran dan tugas kaum lelaki dalam rumah tangga, diambil alih oleh perempuan yang kemudian menempa mereka menjadi tangguh dan kuat. Hal ini yang dapat menjelaskan sosok wanita seperti Wa Aua muncul sebagai tokoh-tokoh lokal yang memimpin desanya.

“Jika ingin menikmati eksotisnya Waburi Park, belajar keunikan sosial budaya masyarakat setempat, Desa Gaya Baru adalah tempat yang tepat,” kata Belli.

Desa ini berjarak sekira 62 kilometer dari Kota Baubau, yang dapat ditempuh kurang lebih selama satu setengah jam. Jika dari arah Ibukota Kabupaten Buton Selatan, Batauga, berjarak sekitar 52 kilometer. Akses jalan menuju desa ini lancar dan dalam kondisi teraspal baik.

Landscape Waburi Park di Desa Gaya Baru, Busel. Foto: Istimewa.

Nah sekarang Makin Tahu Indonesia kan!!

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: