Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Menparekraf: Perekonomian Sultra di Sektor Pariwisata Meningkat

Menparekraf: Perekonomian Sultra di Sektor Pariwisata Meningkat
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. Foto: Instagram/@sandiuno.

Kendari – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami peningkatan.

Hal ini dilihat berdasarkan perkembangan terkini jumlah penumpang pada angkutan udara dan laut di Sultra yang menunjukkan dampak positif. Di mana pada Mei 2020 jumlah penumpang menurun drastis karena Pandemi Covid-19, namun kembali menunjukkan peningkatan yang signifikan pada April 2021.

“Perkembangan jumlah penumpang Sultra terkini, justru dampak positifnya kita harus sikapi dengan rasa optimis. Karena kalau kita lihat penumpang angkutan udara dan laut ternyata meningkat. Mei 2020 anjlok karena Covid, dan April 2021 sudah 86 ribu. Ini sudah ada pertumbuhan yang bisa menjadi moda,” kata Sandiaga, dalam diskusi Temu Responden SKDU dan Survei Liaison 2021 bersama Bank Indonesia (BI) Sultra, Selasa (24/8/2021).

Kegiatan diskusi Temu Responden SKDU dan Survei Liaison 2021, oleh Bank Indonesia (BI) Sultra.
Kegiatan diskusi Temu Responden SKDU dan Survei Liaison 2021, oleh Bank Indonesia (BI) Sultra. Foto: Tangkapan layar. (24/8/2021).

Selain itu, tingkat penghunian kamar juga cenderung naik sejak diadakannya beberapa kegiatan, baik yang berskala nasional maupun internasional, seperti Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang baru-baru ini dihelat di Kota Kendari.

Sandiaga menjelaskan, peningkatan hunian kamar tersebut pada 2021 sudah berada di angka 47,58 persen, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Luar biasa, pada indikator Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di Sultra cenderung naik. Berdasarkan berita statistik, sudah membaik mulai Februari 2021 di mana peningkatan ini mendekati bahkan melampaui kondisi ekonomi pada 2019,” jelasnya.

Baca Juga:  Modus Gandakan Uang, Dukun Gadungan di Konsel Ditangkap Polisi

“Sultra ini adalah salah satu yang perekonomiannya yang sangat resilien, karena diversifikasi antara pariwisata dan sumber daya, serta consumer good mungkin berbeda anatominya dengan provinsi lain. Sehingga new ekonomi ini berdampak positif di Sultra,” tutur Sandiaga.

Selanjutnya, terdapat lima pilar langkah pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif, meliputi:

  1. Peningkatan kapasitas SDM;
  2. Revitalisasi destinasi pariwisata dan infrastruktur ekonomi kreatif;
  3. Peningkatan resiliensi dan daya saing usaha;
  4. Inovasi produk dan jasa;
  5. Pemulihan dan perluasan pasar.
Penulis
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten