Menuju Pilkada 2024, Mahasiswa KKN UHO di Bombana Edukasi Masyarakat dengan Dialog Tentang Politik
Bombana – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Halu Oleo (UHO) 20221 di Kelurahan Kasabolo, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat mengelar dialog tentang edukasi politik pada Jumat (8/7/2022).
Kegiatan yang bertajuk ‘Menghindari Berita Hoax, Politik Uang, dan Kampanye Hitam Dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilih’ diselenggarakan di Aula SMK 03 Bombana, Kelurahan Kasabolo, yang dihadiri Polsek Poleang, kepala kelurahan, kepala lingkungan, tokoh pemuda, dan masyarakat.
Dialog tersebut dipandu oleh Koordinator Desa (Kordes) Kasabolo, Titin Kurniawati yang menghadirkan pemateri yakni Aminuddin, selaku Ketua KPU dan Darma, selaku Koordinator HPPS Bawaslu Kabupaten Bombana.
Dalam dialognya, Aminuddin mengungkapkan bahwa KPU pernah diserang berita hoax, di mana pemilihan belum dilaksanakan namun pemenang sudah tersebar di masyarakat. untuk itu KPU menyampaikan cara menghindari berita tidak benar yang dalam Islam disebut tabayun.
“Maksud saya setiap berita yang kita dapat di media jangan langsung di share namun cek dulu situsnya, karena jika kita membagikan berita sembarangan kita akan rawan terkena UU ITE,”.
Ketua KPU juga menyampaikan, tujuan diadakannya politik uang untuk merebut kekuasaan atau mempertahankan kekuasaan. Karena itu, jika masyarakat memilih karena uang rawannya terjadi korupsi.
“Karena suara masyarakat sudah dibeli sehingga para pemimpin akan berusaha mengembalikan uangnya yang telah dikeluarkan oleh masyarakat, untuk itu memilihlah dengan cerdas,” katanya.
Sementara itu, Koordinator HPPS, Darma menambahkan, pihaknya telah bekerja sama dengan media setempat untuk berkomitmen menyebarkan berita yang benar serta mengedukasi masyarakat bahwa kampanye hitam akan berdampak tidak baik kepada masyarakat.
“Bawaslu telah berkomitmen kepada semua media yang ada di Bombana akan saling bekerja sama dalam menyebarkan berita yang benar, serta menjelaskan mengenai kampanye hitam itu memberikan isu bohong, memberikan penceritaan yang buruk kepada pasangan calon lain, dengan tujuan unsur rating lawannya hancur, serta menyudutkan,” tuturnya.
