Meski BBM Naik, Bulog Sultra: Harga Serap Beras Petani Tetap Rp8.300

Kendari – Meski terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap melakukan penyerapan beras petani dengan harga Rp8.300. Harga itu berlaku hingga panen raya semester dua dilakukan pada Oktober 2022 mendatang.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Perum Bulog Sultra, Siti Mardati saat ditemui awak media, Senin (12/9/2022). Ia mengatakan harga beli yang baru pasca-kenaikan harga BBM belum dapat dipastikan. Pihaknya baru akan menentukan harga penyerapan beras setelah panen raya.
“Kami menunggu panen semester dua untuk mengetahui harga. Kalau sudah cocok harga dengan penggilingan atau mitra, kemudian akan masuk ke Bulog,” ucap Mardati.
Dia mengungkapkan, sejak kenaikan harga BBM diumumkan, terjadi sedikit kenaikan harga beras. Namun, tidak akan melewati harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan yakni Rp9.450.
“Memang ada sedikit tren kenaikan, tetapi masih di batas HET. Tapi memang hampir menyentuh angka HET,” ungkapnya.





