Meski Pandemi, Ekonomi di Sulampua Terus Membaik Selama 2021
Kendari – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Causa Iman Karana, menyebut pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) terus mengalami peningkatan selama tahun 2021 meski masih dalam situasi Pandemi Covid-19.
“Pada triwulan 1, kinerja perekonomian tetap bertumbuh positif, meskipun lebih rendah dari triwulan 2 tahun 2021. Pertumbuhan itu didukung oleh kinerja ekspor yang cukup tinggi, serta aktivitas investasi terus meningkat,” katanya saat menjadi narasumber pada kegiatan Sultra Ecofest 2021, Kamis (11/11/2021).
Berbagai lembaga dunia, termasuk BI memperkirakan pada tahun 2021 ekonomi terus mengalami pertumbuhan positif. Ke depannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan terus meningkat pada triwulan keempat hingga keseluruhan 2021.
“Perbaikan ekonomi yang dialami oleh berbagai dunia, juga dialami oleh Indonesia, didukung dengan keberhasilan dalam menangani Covid-19. Kasus Covid-19 terus menunjukkan penurunan sejak awal Agustus 2021. Perkembangan tersebut mendorong kelonggaran PPKM, sehingga aktivitas ekonomi mengalami perbaikan secara bertahap,” ujarnya.
BI terus berkoordinasi dengan pemerintah serta otoritas terkait untuk memonitor dampak Pandemi Covid-19 dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah kebijakan lanjutan yang harus ditempuh untuk menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan.
Selain itu, Iman yang juga koordinator BI wilayah Sulampua mengungkapkan, krisis ekonomi akibat Pandemi Covid-19 berbeda dengan sebelum-sebelumnya.
“Bila pada krisis-krisis lalu, UMKM berperan sebagai tulang punggung ekonomi. Pada masa pandemi, berbagai kebijakan pembatasan mobilitas telah memukul kinerja UMKM. Mayoritas UMKM belum mengekspor produknya, karena tingginya biaya pengiriman logistik ke luar negeri, kesulitan mendapatkan informasi terkait pasar global, dan terkendala pemakaian bahasa asing,” ungkapnya.
Pola konsumsi masyarakat selama pandemi mengalami perubahan dengan banyak memanfaatkan platform digital. Digitalisasi menjadi kunci untuk akselerasi pemulihan ekonomi nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan lebih tinggi. Namun masih banyak UMKM di Sulampua masih memasarkan produknya secara tradisional melalui offline atau toko.
“Berdasarkan catatan masih banyak yang memasarkan produknya melalui offline. Ada beberapa yang memasarkan secara online, melalui sosial media, tetapi perlu ditingkatkan kembali standar kualitas produk UMKM di wilayah Sulampua,” jelasnya.
Untuk itu, dia berharap agar berbagai pihak lintas otoritas dapat bekerja sama untuk mendorong upaya kinerja UMKM, sehingga berdampak pada pemulihan ekonomi.
“Kunci dari segala upaya pemulihan ekonomi termasuk upaya mendorong kinerja UMKM membutuhkan sinergitas lintas otoritas yang erat. Kami berharap agar dukungan, komitmen, serta ikhtiar kita bersama bisa membawa Sultra, Sulampua, dan Indonesia melalui masa sulit pandemi ini dengan jaya,” harapnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Sultra, Taufik Ariesta Ardhiawan mengatakan, Sultra Ecofest 2021 merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan oleh BI Sultra untuk mendorong peran UMKM dalam ekonomi digital dalam menghadapi Pandemi Covid-19.
“Sultra Ecofest 2021 merupakan festival ekonomi pertama yang diselenggarakan oleh Kantor BI Sultra yang berisikan kegiatan penulisan karya ilmiah dan esai competition. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong peran UMKM secara digital sebagai penopang pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya.
