Mobil Terjun ke Sungai Konaweha, Pengelola Pincara Diduga Lalai saat Bekerja
Konawe – Pengelola pincara yang ada di Desa Tabanggele, Kecamatan Anggalomoare, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) dinilai terburu-buru dan kurang waspada saat akan menyeberangkan kendaraan warga yang melintas di Sungai Konaweha.
Pasalnya, mobil jenis minibus yang terjun ke dalam sungai tersebut, Rabu (20/4/2022) kemarin, diduga disebabkan karena adanya kelalaian dari pihak pengelola.
Tali yang digunakan untuk mengikat bagian pincara dan patok penghubung di tepi dermaga terlepas, akibatnya beban mobil yang berat dan pincara yang terus bergerak membuat minibus terjun ke dalam sungai. Beruntung, pengemudi dan empat orang penumpang selamat.
“Dia ikat talinya hanya satu kali. Sebenarnya peraturannya itu kan harus tiga kali dia lilit talinya supaya tidak goyang itu pincara kalau mobil mau menyeberang,” ujar Haris, warga yang mengevakuasi minibus tenggelam, Kamis (21/4).
Ia menambahkan, saat kejadian, posisi kedua ban depan mobil sudah berada di atas dermaga, sedangkan ban belakangnya masih di atas pincara.
Ketika sopir mobil tancap gas akan menyeberang, posisi tali yang longgar membuat pincara mundur ke belakang. Akibatnya, ada celah antara dermaga dan pincara tersebut. Kondisi itulah yang membuat minibus yang dikemudikan Suardi jatuh ke dalam sungai.
Sementara itu, Kapolsek Sampara, AKP Sainal Alimin mengatakan, tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh penumpang termaksud sopir bergegas keluar mobil saat posisi bagian depan mobil perlahan-lahan tenggelam.
Hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan resmi dari korban kecelakaan itu. Tetapi, dari informasi yang ia himpun masalah tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan pihak pincara bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan.
“Sampai saat ini belum ada laporan resmi dari korban. Tetapi tadi malam mereka antara pihak pengelola pincara dan korban sudah bertemu di Kendari untuk diselesaikan,” pungkasnya.
Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi, pada Minggu (19/9/2021) lalu, sudah ada tiga korban jiwa saat kecelakaan di penyeberangan tersebut.
Untuk menghindari peristiwa serupa, Sainal berharap agar para pengelola pincara lebih fokus dan waspada saat akan mengikat tali penghubung. Ketika tali longgar apalagi arus sungai deras maka potensi kecelakaan bisa saja terjadi.
