Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Modus Bos Travelina Kendari Tipu hingga Telantarkan Jemaah Umrah di Madinah

Modus Bos Travelina Kendari Tipu hingga Telantarkan Jemaah Umrah di Madinah
Polisi memeriksa Pemilik Travelina Indonesia Kendari berinisial AK di Desa Sandey, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (15/2/2026).

Kendari – Polisi membongkar modus penipuan dan dugaan praktik pengelolaan dana bermasalah agen perjalanan Travelina Indonesia Kendari yang berujung pada terlantarnya jemaah umrah di Madinah, Arab Saudi.

Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Kendari, Ariel Mogens Ginting, mengungkapkan Bos Travelina Indonesia Kendari berinisial AK lebih dulu membuka pendaftaran jemaah umrah dengan menawarkan harga murah hingga iming-iming pelayanan memuaskan.

“Fakta yang terjadi, iming-iming yang dijanjikan tidak sesuai kenyataan. Banyak jemaah terlantar dan beruntung diselamatkan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, di Madinah,” ujar Ariel, Senin (16/2).

Menurut Ariel, Travelina Indonesia Kendari diduga kuat melakukan penipuan karena janji keberangkatan dan pelayanan tidak sesuai realita di lapangan. Para jemaah bahkan kesulitan berkomunikasi dengan agen saat menghadapi situasi darurat di Tanah Suci.

Ariel menjelaskan penyelidikan dilakukan setelah kasus tersebut ramai dan mendapat atensi langsung Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Polisi kemudian memeriksa AK di Desa Sandey, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Minggu (15/2) malam.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan pola penggunaan dana antarperiode keberangkatan. Travelina Indonesia Kendari membuka pendaftaran sejak Desember 2025 untuk jadwal pemberangkatan Januari, Februari, dan Maret 2026.

Pada Januari 2026, agen memberangkatkan jemaah, tetapi mengalami kekurangan dana operasional sebesar Rp700 juta. Kekurangan kemudian ditutupi menggunakan dana jemaah yang dijadwalkan berangkat pada Februari 2026.

Baca Juga:  Pemuda Wakatobi Juara 1 Desain Grafis di Ajang Kreativesia 2025

“Pemberangkatan Januari 2026 mengalami defisit Rp700 juta. Dana itu ditutup menggunakan dana jemaah Februari 2026 yang sudah lebih dulu terkumpul,” jelas Ariel.

Memasuki Februari 2026, dana yang terkumpul sebesar Rp1,2 miliar. Namun, Rp700 juta telah digunakan untuk menutup kekurangan Januari, sisa anggaran hanya Rp500 juta. Untuk menutup kembali kekurangan tersebut, AK disebut menggunakan dana jemaah untuk Maret 2026. Dana Maret 2026 yang terkumpul sebesar Rp1,1 miliar pun akhirnya habis untuk menutup operasional Februari.

Skema penggunaan dana antarperiode itu terus berulang hingga akhirnya tidak mampu lagi menutup defisit yang berujung terlantarnya jemaah di Madinah. Untuk menutup defisit yang terus membesar, AK mencari jemaah baru sebanyak-banyaknya untuk keberangkatan bulan berikutnya.

“Dana antarperiode digunakan untuk menutup periode sebelumnya. Ketika dana tidak lagi mencukupi, terjadilah masalah,” ungkapnya.

Polisi juga menemukan dugaan penyalahgunaan dana jemaah. AK diduga menggunakan rekening pribadi, sehingga berpotensi terjadi pengalihan penggunaan dana di luar peruntukan dan periode keberangkatan.

“Rekening pribadi digunakan sebagai usaha. Ada dugaan pengalihan penggunaan dana di luar peruntukan,” tambah Ariel.

Polisi Ungkap Dugaan Skema “Tutup Lubang” Bos Travel Umrah Kendari yang Terlantarkan Jemaah

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten